Korea Utara: Penjualan Senjata AS di Dunia Tingkatkan Ancaman Perang

Kompas.com - 27/03/2018, 10:45 WIB
Militer Amerika Serikat di Afganistan. Associated PressMiliter Amerika Serikat di Afganistan.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Korea Utara mengecam Amerika Serikat terkait laporan dari Lembaga Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) terkait penjualan senjata di dunia.

Dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Newsweek, Senin (26/3/2018), Korea Utara menilai, AS yang merupakan eksportir senjata terbesar di dunia dapat memicu ketegangan baru.

Komentar tersebut diterbitkan oleh partai berkuasa di Korea Utara yang menyoroti temuan SIPRI.

Baca juga : Presiden Trump Diyakini Akan Sepakati Penjualan Senjata ke Arab Saudi

Ekspor senjata AS ke luar negeri naik 25 persen sepanjang 2008-2012 dan 2013-2017, sehingga 34 persen senjata yang dijual di seluruh dunia berasal dari AS.

"Lebih dari 70 tahun telah berlalu sejak akhir perang dunia dan puluhan tahun berlalu sejak berakhirnya Perang Dingin. Namun, bahaya perang semakin meningkat," tulis komentar Korea Utara, seperti dilaporkan oleh KCNA.

"Perang dingin yang lain akan segera terjadi dan bukannya perdamaian di planet ini," tambahnya.

"Semua itu karena AS, pendorong perang kelas top yang menelurkan perang dan pembantaian di berbagai belahan dunia melalui penjualan senjata berskala besar, melawan keinginan umat manusia untuk perdamaian dan stabilitas," tulisnya.

Baca juga : Rusia Tuduh AS Pasok Senjata ke Pasukan Khusus Ukraina

Kali ini, Korea Utara menyinggung perdamaian yang juga sedang dibahas di Semenanjung Korea, di mana perang dingin masih mengemuka.

Korea Utara dan Korea Selatan yang didukung AS, tidak pernah secara resmi mengakhiri perang yang menewaskan lebih dari 1 juta warga Korea dan puluhan ribu pasukan China da AS pada awal 1950-an.

Setelah selama setahun melakukan uji coba nuklir, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberikan kejutan kepada dunia.

Dia meluncurkan gerakan diplomatik dengan mengirim saudaranya bertemu dengan pejabat tinggi Korea Selatan dan menerima mengundang mereka ke Pyongyang.

Baca juga : Trump kepada MBS: Senjata Ini Harganya seperti Kacang Bagi Anda

Kim juga sepakat untuk bertemu dengan Trump secara langsung yang dijadwalkan pada akhir Mei 2018.

Laporan SIPRI menemukan lebih dari penjualan senjata buatan AS berada di Timur Tengah, di mana negara itu juga terlibat menangani sejumlah konflik besar.

"Mitra membeli senjata untuk memenuhi kebutuhan pertahanan yang sah, dan karena perusahaan AS membuat peralatan terbaik di planet ini," kata juru bicara kementerian luar negeri AS kepada Newsweek.



Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X