Kompas.com - 27/03/2018, 09:54 WIB
Kantor Kedutaan Besar Rusia di Canberra, Australia. (Facebook/Embassy of the Russian Federation in Australia) Kantor Kedutaan Besar Rusia di Canberra, Australia. (Facebook/Embassy of the Russian Federation in Australia)

CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Australia memastikan telah meminta dua diplomat yang dituduh sebagai mata-mata Rusia untuk segera meninggalkan negara itu dalam waktu seminggu.

Langkah Australia dilakukan sebagai solidaritas terhadap Inggris yang tengah berseteru dengan Rusia.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull dan Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengeluarkan pernyataan bersama Selasa (27/3/2018), memastikan dua diplomat Rusia telah diidentifikasi sebagai perwira intelijen.

Baca juga : Eropa dan AS Ramai-ramai Umumkan Pengusiran Diplomat Rusia

Langkah Australia ini mengikuti langkah Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa sebagai tanggapan atas percobaan pembunuhan agen ganda Rusia di Salisbury, Inggris.

"Keputusan ini mencerminkan betapa mengerikannya serangan itu. Serangan ofensif pertama senjata kimia di Eropa sejak Perang Dunia II yang menggunakan zat yang sangat mematikan di wilayah berpenduduk, membahayakan banyak warga masyarakat lainnya," kata pernyataan itu.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Rusia memprotes keras keputusan negara-negara lain mengusir diplomatnya, menyebutnya sebagai tindakan tidak ramah, konfrontatif dan provokatif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Melontarkan tuduhan semena-mena terhadap Federasi Rusia tanpa adanya penjelasan tentang apa yang terjadi serta menolak terlibat dalam interaksi substantif, Pemerintah Inggris secara de facto bersikap penuh prasangka, bias dan munafik," katanya.

Baca juga : Kemenlu Rusia: Pengusiran Massal Ini adalah Aksi Provokatif

Pemerintah suatu negara biasanya mengusir diplomat negara lain sesuai ketentuan Konvensi Jenewa tentang hubungan diplomatik.

Konvensi itu menyatakan suatu negara dapat meminta perwakilan dari negara lain untuk pergi kapan saja dan tanpa penjelasan.

Pada April 1983, pemerintahan PM Bob Hawke mengusir diplomat Valery Ivanov dari Kedutaan Soviet saat itu atas tuduhan mata-mata.

Pada 2012, Australia mengusir semua diplomat Suriah sebagai tanggapan atas kekejaman di Suriah.

Baca juga : Pertama Kali, Qantas Buka Rute Non-Stop dari Australia ke Eropa

Pengusiran itu terjadi dengan cara terkoordinasi yang sama dengan situasi Rusia saat ini.

Pengusiran seluruh diplomat Suriah diumumkan Menlu Bob Carr pada Mei 2012, mencerminkan tindakan AS, Inggris, Prancis, Italia, Kanada, Jerman, Spanyol, Bulgaria, Swiss dan Belanda yang melakukan hal serupa.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.