Kompas.com - 26/03/2018, 23:06 WIB
Pihak berwenang mengamankan bangku dengan menutupnya pakai tenda. Bangku tersebut merupakan lokasi di mana mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya ditemukan tak sadarkan diri, di Salisbury, Inggris. (PA via AP)
Pihak berwenang mengamankan bangku dengan menutupnya pakai tenda. Bangku tersebut merupakan lokasi di mana mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya ditemukan tak sadarkan diri, di Salisbury, Inggris. (PA via AP)

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia langsung menanggapi gelombang pengusiran massal yang dilakukan negara Eropa dan Amerika Utara terhadap diplomat mereka.

Melalui Kementerian Luar Negerinya, Rusia mengecam langkah yang dilakukan negara anggota Uni Eropa (UE) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (Nato).

"Kami menyatakan protes keras atas langkah yang menurut kami merupakan aksi provokatif," kata Kemenlu Rusia seperti dilansir AFP Senin (26/3/2018).

Kremlin menyindir UE dan Nato yang disebut mereka hanya menuruti Inggris. Dalam pandangan Rusia, sikap Inggris sangat munafik, bias, dan tidak mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Dilansir Russian Today, Rusia menyatakan telah berkali-kali meminta kepada Inggris agar bersedia mengirimkan sampel senyawa kimia yang menjadi senjata percobaan pembunuhan terhadap mantan agen ganda.

Baca juga : Eropa dan AS Ramai-ramai Umumkan Pengusiran Diplomat Rusia

Namun, Rusia berkata kalau Inggris tidak pernah merespon permintaan mereka. "Langkah tidak bersahabat ini akan segera kami balas," kata kemenlu.

Senator Rusia Vladimir Dzhabarov menuturkan, langkah Amerika Serikat (AS) mengusir 60 diplomat, terutama 12 staf Rusia di PBB adalah ilegal.

Dia menyerukan agar Negeri "Beruang Merah" melakukan langkah serupa dengan mengusir diplomat AS dari Moskwa.

"PBB adalah organisasi internasional, dan tidak berada di bawah yurisdiksi AS. Sangat jelas kami bakal melakukan hal yang sama kepada mereka," kecam Dzhabarov.

Sebelumnya, Presiden UE Donald Tusk mengumumkan, sebagai hasil kesepakatan pekan lalu, 14 negara UE bakal mengusir 30 diplomat Rusia dari negeri mereka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X