Puigdemont Ditangkap, Ribuan Warga Bentrok dengan Polisi di Barcelona

Kompas.com - 26/03/2018, 09:15 WIB
Petugas polisi regional bentrok dengan pendukung pro-kemerdekaan Catalonia yang berusaha mencapai kantor pemerintah Spanyol di Barcelona, ??Minggu (25/3/2018). (AP Photo/Felipe Dana) Petugas polisi regional bentrok dengan pendukung pro-kemerdekaan Catalonia yang berusaha mencapai kantor pemerintah Spanyol di Barcelona, ??Minggu (25/3/2018). (AP Photo/Felipe Dana)

BARCELONA, KOMPAS.com — Ribuan warga menggelar aksi protes di Barcelona, Spanyol, Minggu (25/3/2018), dan berujung bentrok dengan polisi setelah mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont ditahan di Jerman.

Pengacara Puigdemont, Jaume Alonso-Cuevillas, berkicau di Twitter mengenai penangkapan mantan presiden wilayah Catalonia yang ditahan di kantor polisi Jerman.

Saat itu, Puigdemont sedang dalam perjalanan dari Belgia menuju Finlandia. Dia ditangkap setelah melewati perbatasan dari Denmark.

Kepolisian Jerman menyatakan, Puigdemont ditahan di wilayah paling selatan negara tersebut, Schleswig-Holstein.


Di Barcelona, polisi antihuru-hara mendorong dan memukul demonstran dengan tongkat agar tidak masuk ke kantor wilayah perwakilan Pemerintah Spanyol di Barcelona.

Petugas juga melepaskan tembakan peringatan ke udara untuk menahan demostran yang mendorong tong sampah daur ulang ke arah polisi. Beberapa orang melemparkan botol kaca, kaleng, dan telur ke polisi.

Baca juga: Puigdemont: Saya Bisa Memerintah Catalonia dari Belgia

Sebanyak 79 orang terluka dalam bentrokan termasuk, termasuk 13 polisi.

Aksi protes yang terjadi di wilayah lain juga menyebabkan tujuh orang terluka di Lleida, sekitar 150 km dari Barcelona, dan satu orang cedera di Tarragona.

Juru bicara parlemen Catalonia, Roger Torrent, dalam pidatonya yang disiarkan di televisi regional mengimbau massa untuk tenang.

"Saya tidak meragukan masyarakat Catalonia akan bertindak seperti biasanya, tanpa kekerasan," katanya.

Baca juga: Puigdemont Batal Jadi Presiden Catalonia

Salah seorang demonstran, Judit Carapena (22), mengatakan, pemerintah pusat Spanyol seharusnya tidak menyerukan kemenangan karena separatisme belum berakhir.

"Kami marah karena mereka menangkap Puigdemont, dia merupakan wakil tertinggi kami," katanya.

Penangkapan Puigdemont dilakukan setelah lima bulan dia melarikan diri dari Spanyol karena menjadi dalang dari deklarasi kemerdekaan Catalonia yang ingin berpisah dari "Negeri Matador".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,BBC,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X