Orasi Cucu Martin Luther King Jr dalam Aksi Pengetatan Aturan Senjata

Kompas.com - 25/03/2018, 14:16 WIB
Yolanda Renee King, cucu Martin Luther King Jr, berorasi dalam pawai March for Our Lives untuk mendukung pengendalian senjata di Amerika Serikat, Sabtu (24/3/2018) (AP Photo/Andrew Harnik) Yolanda Renee King, cucu Martin Luther King Jr, berorasi dalam pawai March for Our Lives untuk mendukung pengendalian senjata di Amerika Serikat, Sabtu (24/3/2018) (AP Photo/Andrew Harnik)

WASHINGTON DC, KOMPAS.comMartin Luther King Jr merupakan seorang tokoh penting dalam sejarah Amerika Serikat. Dia merupakan figur pejuang hak-hak kulit hitam di negara tersebut.

Untuk mengenang perjuangan Martin, yang tewas ditembak di Memphis pada 1968, AS menetapkan hari libur nasional baginya yang dikenal dengan Hari Martin Luther King Jr.

Semangat Martin ternyata menurun kepada cucunya yang baru berusia sembilan tahun, Yolanda Renee King. Yolanda turut hadir dalam kampanye pengetatan kepemilikan senjata api yang diikuti ratusan ribu warga AS lainnya yang memenuhi jalanan di kota-kota.

Baca juga : Ratusan Ribu Warga AS Tuntut Pengetatan Kepemilikan Senjata Api

Gerakan bertajuk "The March For Our Lives" atau Pawai untuk Hidup ini digelar sebagai aksi protes sekaligus mengenang 17 orang yang tewas dalam penembakan di sebuah sekolah menengah atas di Parkland, Florida, pada 14 Februari lalu.

Dalam orasinya di depan ribuan demonstran di Washington DC, Yolanda mengutip pidato terkenal yang pernah diucapkan oleh Martin Luther King Jr.

"Kakek saya memiliki impian bahwa empat anaknya tidak akan dinilai karena warna kulit mereka, tapi dari karakter," katanya.

Baca juga: Peringati Tragedi Penembakan di Florida, Ribuan Murid Turun ke Jalan

Tak hanya itu, Yolanda juga memilih kalimatnya sendiri yang dia susun untuk disampaikan kepada dunia.

"Saya mempunyai impian bahwa cukup adalah cukup, dan saat ini seharusnya menjadi dunia tanpa senjata api, periode tanpa senjata api," tambahnya.

Dia muncul ke atas panggung dengan ditemani Jaclyn Cori, murid dari SMA Marjory Stoneman Douglas, Parkland, di mana 17 orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam penembakan.

Yolanda tidak sendirian, bersama dengan aktivis Afrika-Amerika muda lainnya, Naomi Wadler, juga mencuri perhatian publik dengan orasinya yang menyentuh.

"Sudah sangat lama, anak perempuan dan wanita hanya berakhir dalam angka (korban tewas kekerasan senjata). Saya di sini untuk mengatakan, hal itu tidak akan menimpa kepada perempuan lagi," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X