Kompas.com - 24/03/2018, 16:40 WIB

Dwi menjabat belum. Namun, dia menerangkan kalau Indonesia sudah memiliki tiga reaktor untuk keperluan riset. "Saya sangat optimistis Indonesia bakal punya PLTN suatu saat nanti," bebernya.

Selain menjadi alternatif energi, Dwi menerangkan kalau telah banyak penelitian non-energi. Misalnya di bidang kesehatan, pertanian, dan industri.

"Nantinya, nuklir bisa dipakai untuk diagnosa, pembibitan unggul, hingga pengawetan makanan," beber Dwi kembali.

Dalam konferensi tersebut, Dwi memaparkan strategi sosialisasi dan edukasi nuklir yang telah dilakukan oleh tim Kajian Nuklir PPI Dunia.

Di antaranya, mereka membentuk tim yang berasal dari di organisasi non-nuklir maupun non-sains. Selain itu, mereka menulis artikel tentang nuklir, dan melakukan sosialisasi dan edukasi ke SMA dan perguruan tinggi.

Dwi berujar, tim nuklir itu mengajar perwakilan mahasiswa berkunjung langsung ke reaktor nuklir. Melalui kunjungan itu, Dwi ingin menunjukkan kalau nuklir untuk kesejahteraan manusia.

"Anggapan bahwa mahasiswa jurusan nuklir itu belajar terkait senjata atau bom itu sama sekali tidak benar!" tegas Dwi.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan bahwa para peserta konferensi tidak tertarik membahas anggapan bahwa nuklir merupakan senjata.

Anak muda lebih tertarik mempertimbangkan penggunaan nuklir untuk menghadapi perubahan iklim global.

Baca juga : Satria, Pelajar Indonesia yang Diundang Presentasi Makalah di Israel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.