Kompas.com - 22/03/2018, 23:55 WIB

AFRIN, KOMPAS.com - Pasukan militer Turki memang telah menguasai pusat wilayah Afrin di Suriah. Namun ancaman yang ditinggalkan kelompok Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) masih tersisa dari ranjau yang mereka tanam.

Tiga tentara dari militer Turki dilaporkan menjadi korban ledakan ranjau rakitan (IED) yang ditanam di sekitar pusat wilayah Afrin. Mereka tewas saat menyisir kawasan yang telah dikuasai militer Turki sejak Minggu (18/3/2018) tersebut.

"Kami mendapat laporan tiga orang tentara tewas hari ini. Mereka menjadi korban saat bertugas menyisir ranjau rakitan," kata Perdana Menteri Turki, Binali Yildrim dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi di Ankara, Kamis (22/3/2018).

Baca juga: Milisi Dukungan Turki Lakukan Penjarahan di Kota Afrin

Selain korban tewas, sebanyak tiga tentara lainnya dilaporkan mengalami luka akibat ledakan ranjau yang ditinggalkan milisi YPG.

Pasukan militer Turki telah mengambil alih kekuasaan di wilayah Afrin pada hari Minggu, setelah melakukan pertempuran selama dua bulan, sejak 20 Januari lalu dalam operasi Ranting Zaitun.

Militer Turki dibantu pasukan pembebas Suriah (FSA) menyerang dan menekan kelompok bersenjata YPG yang dianggap bersekutu dengan organisasi terlarang Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

PKK telah masuk daftar hitam dan dianggap kelompok teroris oleh Ankara setelah melancarkan pemberontakan di Turki sejak 1984.

Selama berlangsungnya operasi militer Turki di Afrin, sebanyak 46 tentara mereka dilaporkan tewas. Namun jumlah tersebut dapat berbeda karena belum termasuk korban dari pasukan FSA.

Baca juga: Sukses Merebut Afrin, Turki Incar Kota-kota Kurdi di Suriah dan Irak

Operasi militer di Afrin juga telah menyebabkan sekitar 250.000 warga sipil terpaksa melarikan diri meninggalkan kawasan peperangan.

Setelah menguasai Afrin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bakal memperluas operasi ke wilayah kantong lain yang dikuasai YPG di Suriah utara, termasuk kota Manbij dan Kobane.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.