Buaya Liar Hadang Pengunjung di Gerbang Masuk Rumah Sakit di Zimbabwe

Kompas.com - 22/03/2018, 23:35 WIB
Ilustrasi buaya wikipediaIlustrasi buaya

HWANGE, KOMPAS.com - Seekor buaya liar terlihat di sekitar rumah sakit St Patrick di Kota Hwange, Zimbabwe, Selasa (20/3/2018). Otoritas margasatwa terpaksa menembak mati hewan buas tersebut sebelum melukai warga.

Buaya tersebut diyakini tersesat hingga akhirnya sampai di depan gerbang masuk rumah sakit, menghalangi setiap orang yang hendak keluar maupun masuk kawasan rumah sakit.

Warga yang panik segera menelepon polisi. Petugas datang tak lama kemudian bersama dengan otoritas margasatwa.


Juru bicara otoritas taman dan satwa liar, Tinase Farawo, kepada AFP, mengkonfirmasi insiden kemunculan buaya besar tersebut.

Baca juga: Wilayah di Australia Banjir, Bahaya Kehadiran Buaya Mengintai Warga

Dia menambahkan, serangan buaya liar mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir, seiring dengan curah hujan yang meningkat.

"Kami menerima laporan pada hari Selasa (20/3/2018) lalu di Hwange telah muncul seekor buaya yang terlihat di dearah permukiman warga. Kami terpaksa membunuhnya karena telah mengancam kehidupan manusia," ujarnya.

"Kami menerima lebih banyak laporan tentang kemunculan dan serangan  buaya liar sejak curah hujan yang meningkat," tambah Farawo.

Buaya tersebut muncul di luar rumah sakit Hwange dan berdiam di tempat itu selama sekitar dua jam. Banyak warga yang berkerumun untuk melihat dan petugas terpaksa menembak mati buaya itu sebelum melukai warga.

Surat kabar lokal, Chronicle, melaporkan, tidak jelas bagaimana buaya besar tersebut akhirnya bisa berada di depan gerbang rumah sakit. Padahal sumber air terdekat berjarak sekitar 10 kilometer dari lokasi buaya terlihat pertama kali.

"Kami langsung menerima banyak telepon warga yang panik dengan kemunculan buaya liar itu," kata petugas setempat, Themba Tshuma, dilansir surat kabar.

"Semula kami mengira telepon tersebut hanya lelucon karena di lokasi tersebut berada di tengah kota dan tidak dekat dengan sumber air," tambahnya.

Baca juga: Cari Kepiting, Seorang Nelayan di Filipina Tewas Dimangsa Buaya

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Pria di Harlem Tembak Tetangga Apartemen karena Terlalu Berisik

Internasional
Erdogan Ancam Bakal 'Hancurkan Kepala' Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Erdogan Ancam Bakal "Hancurkan Kepala" Pasukan Kurdi Jika Tak Keluar dari Zona Aman

Internasional
ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

ISIS Pakai Jenazah Anak-anak untuk Jebakan Granat, Nyaris Lukai Pasukan Khusus Inggris SAS

Internasional
Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Warga Protes Kenaikan Harga Tiket Kereta, Presiden Chile Umumkan Keadaan Darurat

Internasional
Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Dari 80 Detik hingga 19 Jam, Inilah Penerbangan Tersingkat dan Terlama di Dunia

Internasional
Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Pemilu Kanada 2019, Bagaimana Peluang PM Justin Trudeau untuk Kembali Terpilih?

Internasional
Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Presiden Meksiko Dukung Keputusan Pihak Keamanan Bebaskan Putra El Chapo

Internasional
Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Keluarga Belanda Tinggal 9 Tahun di Bawah Tanah | Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sydney selama 19 Jam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X