Kompas.com - 22/03/2018, 09:18 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana untuk mengumumkan sanksi baru kepada China pada Kamis (22/3/2018) waktu setempat.

China dituduh melakukan pencurian kekayaan intelektual dari pelaku usaha AS.

Juru bicara kepresidenan Raj Shah mengatakan kepada AFP, pemerintah AS telah melakukan penyelidikan terhadap upaya pemerintah China untuk memaksa, menekan, dan mencuri teknologi, dan kekayaan intelektual.

Sanksi tersebut diberikan setelah bertahun-tahun perundingan tentang masalah tersebut gagal menghasilkan kesepakatan. Sanksi yang diberikan diperkirakan terkait tarif dagang dan lainnya.

Baca juga : Cerita Zimbabwe Gagal Bayar Utang ke China, hingga Ganti Mata Uang jadi Yuan

Rencana pengumuman sanksi untuk China memicu ketakutan akan terjadinya perang dagang yang lebih luas.

Dilansir dari BBC, negosiator perdagangan ternama AS Robert Lighthizer mengatakan kepada anggota Kongres, AS akan memberikan tekanan maksimum kepada China, di sisi lain juga berdampak minimum kepada konsumen AS.

Menurutnya, melindungi kekayaan intelektual sangat penting bagi perekonomian AS.

"Ini masalah yang sangat penting. Kami pikir mungkin hal penting yang akan dilakukan terkait dengan menyeimbangkan kembali perdagangan," katanya.

AS memiliki bukti bahwa China telah mewajibkan perusahaan untuk menjalin kemitraan lokal ketika masuk ke negaranya, sehingga perusahaan ditekan melakukan transfer teknologi.

Baca juga : Militer China Gelar Uji Coba Tank Tanpa Awak

Selain itu, China diklaim terbukti mengarahkan investasi di AS ke industri strategis dan melakukan serta mendukung serangan siber.

Temuan ini berasal dari peninjauan praktek bisnis dari China yang diperintahkan Trump pada Agustus lalu, dan dijuluki investigasi 301.

Pada bagian 301 Undang-undang Perdagangan, pemerintah AS memiliki kekuatan secara sepihak untuk memberlakukan sanksi kepada negara yang tidak berdagang secara adil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.