Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/03/2018, 21:27 WIB
|

PRISTINA, KOMPAS.com - Suasana ricuh terjadi di parlemen Kosovo setelah seorang anggota parlemen melemparkan kaleng gas air mata.

Aksi anggota Partai Vatevendosje itu dilakuan demi mencegah pemungutan suara terkait masalah kesepatakan perbatasan dengan Montenegro.

Rekaman video insiden itu memperlihatkan para politisi yang terkejut dengan aksi tersebut dengan tenang meninggalkan ruangan yang dipenuhi asap itu.

Ketua Parlemen Kadri Verseli terpaksa menunda sidang agar petugas bisa membersihkan gas air mata itu dan diharap pemungutan suara bisa segera dilakukan pada Kamis (21/3/2018) siang.

Baca juga : Gara-gara Cekcok Serbia-Kosovo, Jam Elektrik di Eropa Telat 6 Menit

Undang-undang perbatasan ini sudah macet pembahasannya selama tiga tahun akibat berbagai protes dan insiden di parlemen.

Partai Vetevendosje, yang mengkampanyekan hak-hak etnis Albania, menolak kesepakatan perbatasan itu yang dikhawatirkan akan memperkuat pengaruh Montenegro dan Serbia.

Selain itu, penyerahan lahan di perbatasan seluah 8.000 hektar tersebut dikhawatirkan Partai Vetevendosje akan mengancam kemerdekaan Kosovo.

Namun, jika masalah perbatasan ini tak diselesaikan maka warga Kosovo terancam dilarang melakukan perjalanan ke wilayah Uni Eropa.

Kosovo adalah satu-satunya negara Balkan yang warganya belum mendapatkan izin dan kemudahan untuk bepergian ke negara-negara Uni Eropa.

Sementara negara Balkan lainnya seperti Albania, Montenegro, Serbia, Macedonia, dan Bosnia-Herzegovina sudah mendapatkan kemudahan bebas visa sejak 2010.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Kosovo Deklarasikan Kemerdekaan

Insiden pelemparan gas air mata ini langsung dikecam perwakilan Uni Eropa di Kosovo Nataliya Apostolova.

"Terkejut dengan pelemparan gas air mata di ruang sidang parlemen Kosovo! Sungguh mengejutkan para politisi melakukan taktik berbahaya yang bisa membawa Kosovo ke dalam kemunduran," kata Nataliya lewat akun Twitter-nya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Mirror
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.