Kompas.com - 21/03/2018, 12:52 WIB
|

BANGKOK, KOMPAS.com - Manajemen maskapai penerbangan Thai Airways melarang penumpang obesitas dan mereka yang membawa bayi duduk di kelas bisnis.

Alasannya, sabuk pengamat di kelas bisnis tak cukup untuk pinggang penumpang obesitas dan anak-anak.

Larangan ini diberlakukan manajemen Thai Airways setelah menambahkan dua pesawat Boeing 787 Dreamliner ke dalam armadanya pada September tahun lalu.

Manajemen maskapai mengatakan, penumpang dengan lingkar pinggang lebih dari 142 cm tak bisa menggunakan layakan premium karena rancangan baru sabuk pengaman.

Baca juga : Terlalu Gemuk, 125 Awak Kabin Air India Akan Dipecat

Manajemen menambahkan, jika penumpang tak bisa mengencangkan sabuk pengaman mereka maka hak itu akan dianggap melanggar peraturan keselamatan penerbangan Amerika Serikat.

Thai Airways melanjutkan, panjang sabuk pengaman tak bisa ditambah karena adanya fitur airbag yang digunakan demi meningkatkan keselamatan penumpang.

Fitur baru ini juga mengakibatkan penumpang yang membawa anak-anak, terutama bayi di pangkuan, tak bisa duduk di kursi kelas bisnis Dreamliner.

Thai Airways bukan maskapai pertama yang memberlakukan langkah seperti ini. Tahun lalu maskapai penerbangan Finlandia Finnair mulai menimbang bobot penumpang sebelum melakukan boarding.

Finnair melakukan survey terhadap 2.000 penumpang sehingga mendapatkan perkiraan yang lebih akurat dalam hal biaya operasional.

Baca juga : Terlalu Gemuk, Pria Perancis Ditolak Pesawat, Kapal Pesiar, dan Eurostar

Menurut Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA), rata-rata bobot penumpang yang "aman" adalah 64 kilogram untuk perempuan dan 84 kilogram untuk pria.

Tahun lalu, maskapai penerbangan JetStar membebankan biaya tambahan antara 30-50 dolar AS bagi penumpang yang memangku anak-anaknya.  

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Daily Mail
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.