Kompas.com - 20/03/2018, 16:55 WIB
|

Menurut Erdogan direbutnya Afrin dari tangan pasukan YPG baru merupakan tanda "koma" yang artinya operasi militer Turki belum berakhir.

"Jika Tuhan menghendaki maka tanda titik akan segera datang," tambah dia.

Meski menggelar operasi militer ke wilayah kedaulatan Suriah, Erdogan menegaskan negaranya tidak berniat menginvasi tetangganya itu.

Baca juga : Turki Berjanji Militernya Tak akan Selamanya Berada di Afrin

"Tujuan kami bukan invasi, tetapi menggelar operasi untuk membersihkan teroris yang mengancam negara kami," kata dia.

Setelah sukses merebut kota Afrin, Erdogan berjanji akan melindungi penduduk kota tersebut. Namun, para pemimpin Kurdi menuding Turki dan sekutunya tengah melakukan pembantaian dan pembersihan etnis di Afrin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.