Kompas.com - 19/03/2018, 22:59 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018). Adem Altan / AFPPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018).

ANKARA, KOMPAS.com - Sehari setelah mengumumkan menguasai wilayah Afrin pada Minggu (18/3/2018), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji bakal memperluas operasi militer ke wilayah Kurdi lain di Suriah.

Dalam pidato di Ankara, Senin (19/3/2018), Erdogan menunjukkan belum ada rencana menarik tentaranya dari Suriah pasca-merebut Afrin dari pasukan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) Kurdi.

Sebaliknya, Erdogan menggambarkan pengambilalihan Afrin hanya sebagai tanda "koma" dan memperingatkan dirinya dapat melancarkan serangan mendadak terhadap kubu pemberontak Kurdi di Irak.

Erdogan mengatakan, operasi militer dapat diperluas sampai Qamishli, kota paling timur di Suriah yang juga dikuasai YPG dan berada tepat di depan perbatasan Irak.

Baca juga: Erdogan Umumkan Afrin Berhasil Direbut dari Milisi Kurdi Suriah

"Kami akan melanjutkan proses ini sampai sepenuhnya dapat menghilangkan koridor ini, termasuk Manbij, Ayn al-Arab, Tel-Abyad, Ras al-Ayn hingga Qamishli," kata Erdogan.

Manbij merupakan kota utama YPG yang terletak di timur Afrin dan menjadi kota yang terdapat kehadiran militer AS. Jika benar Turki melanjutkan serangan ke wilayah tersebut, besar kemungkinan bakal terjadi konfrontasi antar-sekutu NATO itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Erdogan membantah operasi militer Ranting Zaitun yang dilancarkan ke wilayah Suriah sebagai aksi kependudukan dan menegaskan operasi tersebut sebagai upaya menghapus ancaman teroris.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag juga menegaskan pasukan militernya tidak akan selamanya berada di Afrin.

"Kami tidak akan tinggal secara permanen di Afrin. Kami sama sekali tak bermaksud untuk menduduki wilayah itu," kata Bozdag.

Baca juga: Turki Berjanji Militernya Tak akan Selamanya Berada di Afrin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.