Kompas.com - 19/03/2018, 22:38 WIB

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Pemerintah Swedia memanggil duta besar Rusia di Stockholm, pada Senin (19/3/2018).

Pemanggilan tersebut setelah pernyataan Moskwa yang menyebut negara itu sebagai salah satu negara pembuat racun saraf yang digunakan meracuni mantan mata-mata Rusia di Inggris.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Swedia, Per Enerud telah mengkonfirmasi pemanggilan tersebut untuk sebuah pertemuan yang akan dilangsungkan di kantor kementerian tersebut pada Selasa (20/3/2018).

"Ya, (pemanggilan) itu benar," kata Enerud kepada AFP.

Sebelumnya, Rusia mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut empat negara, yakni Inggris, Slovakia, Ceko dan Swedia, sebagai negara yang melakukan penelitian zat-zat pembuat racun saraf 'Novichok'.

Baca juga: Kasus Mantan Agen Ganda Diracun, Rusia Tuduh 4 Negara Ini Pelakunya

Pernyataan tersebut setelah Kremlin, sekali lagi, menolak tegas tuduhan yang dilontarkan London dan sekutunya bahwa Rusia berada di balik serangan terhadap mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya Yulia di kota Salisbury di Inggris, pada 4 Maret lalu.

"Mereka melakukan penelitian racun saraf itu secara intensif sejak dekade 1990-an hingga sekarang," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova, pada Sabtu (17/3/2018).

Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom langsung membantah tuduhan tersebut melalui Twitter.

"Kami tegas menolak tuduhan yang tidak dapat diterima dan tidak berdasar oleh juru bicara kementerian luar negeri Rusia terkait agen saraf yang digunakan di Salisbury mungkin berasal dari Swedia. Rusia harus menjawab pertanyaan Inggris sebagai gantinya," tulisnya pada Sabtu.

Tak hanya Swedia, penolakan tegas turut disampaikan pejabat Ceko dan Slovakia.

"Ini adalah cara klasik memanipulasi publik dengan menyebarkan klaim spekulatif tanpa didasarkan info yang benar," sindir Menteri Luar Negeri Ceko, Martin Stropnicky, melalui Twitter.

Baca juga: Dalam Sepekan, 23 Diplomat Inggris Sudah Harus Keluar dari Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.