Kompas.com - 19/03/2018, 21:14 WIB
Pemberontak Suriah dukungan Turki menjarah sejumlah toko setelah berhasil merebut kota Afrin, Suriah dari tangan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) pada Minggu (18/3/2018). BULENT KILIC/AFPPemberontak Suriah dukungan Turki menjarah sejumlah toko setelah berhasil merebut kota Afrin, Suriah dari tangan Unit Perlindungan Rakyat (YPG) pada Minggu (18/3/2018).
|

ANKARA, KOMPAS.com - Sejumlah laporan menyebut pasukan pemberontak Suriah dukungan Turki melakukan penjarahan di kota Afrin yang baru saya direbut pada Minggu (18/3/2018).

Organisasi Pemantau HAM Suriah (SOHR) yang mengumpulkan data mengandalkan jaringan informan di lapangan mengatakan, milisi dukungan Turki menjarah properti warga, bangunan militer dan pemerintah, serta berbagai toko.

Pernyataan SOHR ini diperkuat laporan jurnalis AFP di Afrin yang menyatakan milisi dukungan Turki memasuki toko, restoran, dan rumah-rumah penduduk.

Mereka kemudian keluar membawa makanan, peralatan elektronik, selimut, dan berbagai barang lain yang kemudian diangkut menuju luar kota Afrin.

Baca juga : Turki Berjanji Militernya Tak akan Selamanya Berada di Afrin

Para pemimpin oposisi Suriah mengecam keras aksi penjarahan di kota Afrin itu.

"Penjarahan dan pencurian properti publik dan pribadi merupakan bentuk kejahatan," kata Mohamed Alloush, dari kelompok pemberontak Jaish al-Islam lewat akun Twitter-nya.

"Semua yang terlibat dalam penjarahan itu layak mendapatkan hukuman berat," tambah Alloush.

Selain melakukan penjarahan, milisi dukungan Turki juga menghancurkan patung pahlawan nasional Kurdi, Kawa Haddad.

"Penghancuran patung Kawa Haddad dan penjarahan benar-benar pertunjukan kerendahan moral," kata Abdul Basset Sida, aktivis Kurdi yang mundur dari Koalisi Oposisi Nasional ketika Turki memulai serangannya.

Militer Turki yang didukung sejumlah faksi pemberontak Turki dua bulan lalu menggelar operasi ke kota Afrin untuk mengusir milisi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) Kurdi.

Pemerintah Turki menuding YPG adalah perpanjangan tangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang lebih dari 30 tahun berjuang untuk mendapatkan otonomi bagi wilayah mayoritas Kurdi di wilayah tenggara Turki.

Baca juga : Milisi Kurdi Siap Lakukan Perang Gerilya Merebut Kembali Afrin

Namun, di mata pemerintah Ankara, PKK dianggap sebagai sebuah kelompok teroris dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Para pemimpin YPG membantah memiliki jaringan langsung dengan PKK. Pernyataan ini juga didukung Amerika Serikat  yang membantu YPG dalam memerangi ISIS di Suriah.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.