Kompas.com - 19/03/2018, 20:10 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pensiunan jenderal Amerika Serikat (AS) menyebut, Presiden Donald Trump sebagai sosok yang berbahaya.

Diberitakan The Independent Minggu (18/3/2018), Jenderal (Pur) Angkatan Darat Barry McCaffrey berkicau di Twitternya, Trump berada "dalam pengaruh" Presiden Rusia Vladimir Putin.

Mantan Direktur Kebijakan Pengendalian Obat era Presiden Bill Clinton itu menyikapi langkah yang dilakukan Trump berkaitan dengan dugaan Rusia mengintervensi Pilpres 2016.

Jumat (16/3/2018), Jaksa Agung Jeff Sessions memecat Wakil Direktur Badan Penyelidikan Federal (FBI), Andrew McCabe, dua hari sebelum dia pensiun pada Minggu.

Baca juga : Dipecat, Wakil Direktur FBI Berikan Memo soal Percakapan dengan Trump

McCabe adalah pejabat yang ikut dalam penyelidikan dugaan Trump dimenangkan oleh Rusia dalam Pilpres 2016.

Trump sering mengkritik McCabe, menyebutnya bias karena di sisi lain, dia tidak tegas menyelidiki kasus surel pribadi Hillary Clinton.

Selain itu, Trump juga dikabarkan bakal memecat ketua tim yang menyelidiki dugaan Rusia mempengaruhi pemilihan 2016, Robert Mueller.

Apalagi, dalam kicauannya di Twitter, Trump berkata Mueller seharusnya tidak menggelar penyelidikan akan dugaan intervensi Rusia.

"Sejak awal tidak ada kejahatan, dan kesimpulannya tidak ada intervensi. Dugaan itu hanya isu yang dihembuskan si payah Hillary. DASAR PENYIHIR!" kecam Trump.

"Saya menyimpulkan Presiden Trump adalah ancaman serius bagi keamanan AS. Sebab, dia selalu menolak melindungi kepentingan AS yang terus diserang Rusia," kata McCaffrey.

Selain McCaffrey, Senator asal Partai Republikan Lindsey Graham meminta Trump agar tidak memecat Mueller.

"Jika dia (Trump) melakukannya, maka hal itu bakal menjadi awal dari kehancuran pemerintahannya. Sebab, AS adalah negara hukum," kata Graham dilansir CNN via The Independent.

Baca juga : Dalam Pidato Perpisahannya, Tillerson Peringatkan soal Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.