Kompas.com - 19/03/2018, 19:11 WIB
Presiden Vladimir Putin berpidato kepada para pendukungnya dalam kampanye dan konser memperingatik ulang tahun keempat aneksasi Crimea di Lapangan Manezhnaya, Moskwa pada Minggu (18/3/2018). Kirill KUDRYAVTSEV / AFP Presiden Vladimir Putin berpidato kepada para pendukungnya dalam kampanye dan konser memperingatik ulang tahun keempat aneksasi Crimea di Lapangan Manezhnaya, Moskwa pada Minggu (18/3/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemilihan umum di Rusia yang berlangsung Minggu (18/3/2018) menghasilkan kemenangan yang gilang-gemilang bagi Vladimir Putin.

Dengan pencapaian suara hingga 76 persen, Putin bisa dipastikan meraih periode keempatnya sebagai Presiden Rusia hingga 2024 mendatang.

Setelah masa jabatannya berakhir enam tahun ke depan, Putin mengisyaratkan tidak akan mengincar posisi sebagai orang nomor satu di Negeri "Beruang Merah" kembali.

Dilansir Radio Free Europe, muncul dua spekulasi seperti apa langkah yang dilakukan Putin setelah jabatannya berakhir di 2024.

Baca juga : Pemilu Rusia 2018: Menang Besar, Putin Jadi Presiden Lagi

Spekulasi pertama, Putin bakal mengubah konstitusi Rusia yang bakal membuatnya tetap bertahan sebagai presiden setelah 2024.

Atau yang kedua, seperti dilansir The Independent, Putin bakal menempati jabatan sebagai Perdana Menteri, namun tetap mempunyai kekuasaan laksana presiden.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam konferensi pers pasca-pemilu, Putin menanggapi isu yang menyatakan dia bakal kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2030.

"Bagiku, apa yang kalian katakan sangat lucu. Apakah saya akan duduk di sini hingga berusia 100 tahun? Tentu saja tidak," kata Putin.

Selain itu, presiden 65 tahun tersebut juga mengatakan kalau untuk sementara, dirinya tidak berniat melakukan reformasi konstitusi.

Lebih lanjut, Juru bicara kampanye Putin, Andrei Kondrashov berujar, terdapat benang merah antara kemenangan Putin dengan Sergei Skripal.

Skripal adalah mantan agen ganda Rusia yang berada dalam kondisi kritis setelah diduga dia diracun pada 4 Maret lalu.

"Skandal Skripal secara tidak langsung telah memobilisasi negara, dan mengumpulkan rakyat untuk bersatu memilih Vladimir Putin," tutur Kondrashov.

Baca juga : Penghitungan Suara Hampir Selesai, Putin Raup 76,6 Persen Suara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.