Kompas.com - 19/03/2018, 17:24 WIB
Pasukan paramiliter Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) saat aksi di kota Al Muabbadah, provinsi Hassakah, Suriah, 24 Februari 2018. AFP/DELIL SOULEIMANPasukan paramiliter Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) saat aksi di kota Al Muabbadah, provinsi Hassakah, Suriah, 24 Februari 2018.

AFRIN, KOMPAS.com - Milisi Kurdi di Suriah menjanjikan bakal tetap bertempur untuk merebut kembali wilayah Afrin dari pendudukan pasukan oposisi yang didukung Turki. Mereka bahkan siap melakukan perang gerilya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pada Minggu (18/3/2018), pasukan militernya bersama kelompok pembebasan Suriah (FSA) telah menguasai wilayah Afrin. Bendera Turki dan FSA pun dibentangkan dari balkon sebuah gedung.

Namun demikian, milisi Kurdi Suriah, Unit Perlindungan Rakyat (YPG), dalam pernyataannya mengaku siap melakukan perang gerilya untuk merebut kembali wilayah Afrin dari pasukan Turki dan FSA.

Baca juga: Erdogan Umumkan Afrin Berhasil Direbut dari Milisi Kurdi Suriah

"Perlawanan akan terus dilanjutkan sampai setiap jengkal wilayah Afrin dapat dibebaskan dan penduduk Afrin kembali ke desan dan rumah mereka," tulis pernyataan YPG, dilansir The New Arab.

Pasukan Turki melalui operasi militer Ranting Zaitun, telah mulai menyerang kelompok Kurdi di Afrin, Suriah pada 20 Januari lalu.

Setelah pertempuran yang berlangsung selama dua bulan, pasukan FSA yang didukung Turki, telah mengepung Afrin dari tiga sisi dan siap merebut pusat wilayah Afrin.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyak 200.000 warga sipil pun segera melarikan diri meninggalkan kawasan pertempuran terakhir.

Anggota pasukan YPG juga terlihat meninggalkan benteng pertahanan terakhir mereka di Afrin setelah sebelumnya membakar sejumlah infrastruktur dan memasang ranjau.

Pasukan Kurdi juga menyebut akan memulai pergerakan untuk mengusik pasukan Turki dan pemberontak Suriah di sekitar Afrin.

"Pasukan kami akan menjadi buruk mereka di semua sektor Afrin," tulis pernyataan milisi Kurdi Suriah.

"Perang kami melawan pendudukan Turki telah memasuki babak baru, beralih dari serangan konfrontasi langsung menjadi serangan kilat," tambahnya.

Baca juga: Lebih dari 30.000 Warga Sipil Tinggalkan Afrin dalam Sehari

Kelompok milisi YPG menjadi sasaran pasukan Turki setelah dianggap berkaitan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dituding Ankara melakukan aksi teror di perbatasan sejak 1984 silam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X