Kompas.com - 19/03/2018, 16:46 WIB
Presiden Vladimir Putin berpidato kepada para pendukungnya dalam kampanye dan konser memperingatik ulang tahun keempat aneksasi Crimea di Lapangan Manezhnaya, Moskwa pada Minggu (18/3/2018). Kirill KUDRYAVTSEV / AFP Presiden Vladimir Putin berpidato kepada para pendukungnya dalam kampanye dan konser memperingatik ulang tahun keempat aneksasi Crimea di Lapangan Manezhnaya, Moskwa pada Minggu (18/3/2018).
|

MOSKWA, KOMPAS.com - Petahana Presiden Vladimir Putin dipastikan meraih kemenangan telak dalam pemilihan presiden Rusia setelah lebih dari 99 persen kartu suara dihitung.

Hingga berita ini diunggah, Putin sudah unggul 76,6 persen sehingga hampir pasti tidak diperlukan pemungutan suara putaran kedua.

Pengumuman hasil penghitungan suara ini disampaikan Ella Pamfilova, ketua Komisi Pemilihan Umum Rusia (CEC), Senin (19/3/2018) pagi.

Di posisi kedua ditempati kandidat Partai Komunis Pavel Grudinin dengan 11,9 persen suara dan di tempat ketiga adalah polisi senior Vladimir Zhirinovsky dengan 5,66 persen suara.

Baca juga : Putin: Tuduhan Inggris Omong Kosong

Sedangkan lima kandidat lain dalam pemilihan presiden kali ini memperoleh suara kurang dari dua persen.

"CEC kini memiliki waktu 10 hari untuk memastikan hasil akhir," ujar Pamfilova.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak lama setelah hasil penghitungan pertama disampaikan, Vladimir Putin menyapa pendukungnya di Lapangan Merah, Moskwa dalam peringatan aneksasi, atau Rusia menyebutnya unifikasi, Crimea.

Putin juga menyambangi markas tim kampanyenya di Moskwa dan berbincang santai dengan para relawannya.

Putin pertama kali menjadi presiden Rusia pada 2000 dan meraih masa jabatan keduanya empat tahun kemudian.

Dilarang mencalonkan diri setelah dua kali masa jabatan, Putin tak menjadi kandidat pada 2008 tetapi diangkat menjadi perdana menteri.

Baca juga : Vladimir Putin: Dari Perwira Rendahan hingga Penguasa Rusia

Namun, di tahun yang sama parlemen Rusia mengubah masa jabatan presiden menjadi enam tahun.

Pada 2012, Putin kembali mencalonkan diri dan memenangkan pertarungan dengan perolehan 63,6 persen suara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.