Warga Rusia di Ukraina Tak Bisa Beri Suara dalam Pemilu Presiden

Kompas.com - 17/03/2018, 19:59 WIB
Anggota Komisi Pemilihan lokal memasang poster kandidat presiden jelang pelaksanaan Pemilu di Krimea, Sabtu (17/3/2018). AFP/STRINGERAnggota Komisi Pemilihan lokal memasang poster kandidat presiden jelang pelaksanaan Pemilu di Krimea, Sabtu (17/3/2018).

KIEV, KOMPAS.com - Rusia bakal melangsungkan pemungutan suaranya dalam pemilihan presiden pada Minggu (18/3/2018). Namun, warga Rusia yang tingal di Ukraina dipastikan tidak akan bisa memberikan suaranya.

Hal tersebut menyusul keputusan Pemerintah Ukraina yang menegaskan akan memblokir akses ke misi diplomatik Moskwa di negara itu pada hari dilangsungkannya Pemil Presiden Rusia.

"Pada hari Minggu, 18 Maret 2018, pengaturan keamanan akan dilakukan terhadap misi diplomatik Rusia yang berbasis di Kiev, Kharkiv, Odessa dan Lviv," kata Menteri Dalam Negeri Ukraina, Arsen Avakov, dikutip AFP, Jumat (16/3/2018).

Baca juga: Ini Dia Tujuh Lawan Putin di Pemilu Presiden Rusia 2018

"Petugas keamanan telah diinstruksikan untuk tidak memberikan akses ke fasilitas-fasilitas tersebut kepada warga negara Rusia yang akan mengikuti pemilihan," tambahnya.

Langkah pembatasan tersebut dilakukan sebagai balasan kepada Rusia atas aneksasi terhadap wilayah Krimea, yang akan menggelar pemilihan presiden untuk pertama kalinya sejak diambil alih Moskwa pada 2014.

"Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa melakukan pemilihan ilegal di wilayah kedaulatan Ukraina yang melanggar semua norma hukum internasional tidak dapat diterima," tulis Avakov di Facebook.

Sementara, Kementerian Luar Negeri Moskwa mengkritik tindakan yang dilakukan Ukraina sangat tidak dapat diterima. Mereka menilai Ukraina telah ikut campur dalam urusan dalam negeri Rusia.

"Pemerintah Ukraina telah menunjukkan kemarahan dan mengarahkannya dendamnya pada warga Rusia biasa," kata kementerian dalam pernyataannya.

Baca juga: Putin: Pemilu AS Diintervensi, Mengapa Saya Peduli?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.