Kompas.com - 16/03/2018, 17:30 WIB
|

Ingolf Hermann, yang bekerja di museum setempat, mengakui memang masih ada pemisahan di Modlareuth. Namun, dia menegaskan, banyak juga sinyal yang menunjukkan desa itu bersatu.

"Penduduk merayakan sebuah acara tahunan bersama di pusat desa di sisi Thuringia," kata Hermann.

Uni Soviet awalnya menduduki seluruh desa Modlareuth dan mendirikan markas militer di sisi Bavaria yang oleh penduduk lokal disebut Istana Stalin.

Uni Soviet kemudian mundur ke sisi Thuringia dan perbatasan antara kedua desa kemudian ditutup pada 1952, untuk menghentikan eksodus warga ke Barat.

Baca juga : AL Rusia Jauh Lebih Sibuk Dibanding Masa Perang Dingin

Lima tahun setelah Tembok Berlin dibangun pada 1961, Modlareuth akhirnya dipisahkan oleh tembok beton. Namun kehidupan di desa amat berbeda dengan di ibu kota.

"Di Berlin, penduduk Berlin Barat tak begitu mengenal penduduk di sisi timur," kata Johnson yang juga merupakan pengajar di Universitas Trinity, San Antonio, Texas.

"Di Modlareuth, sebagian besar warga saling mengenak dan bahkan berkerabat. Satu keluarga terpisah dari kerabatnya di seberang tembok," tambah dia.

Karena desa itu tak terlalu besar maka banyak hal yang tak diduga dialami Uni Soviet.

"Lima agen Stasi (dinas rahasia Jerman Timur) pernah ditempatkan untuk mengawasi warga desa di sisi timur," papar Johnson.

"Tentu saja, warga dengan cepat mengenali orang luar itu adalah mata-mata dan selalu berhati-hati saat di dekat mereka atau berusaha menjauhi mereka."

Pada 9 November 1989, Tembok Berlin dibuka dan mulai dihancurkan. Namun, di Modlareuth semua berjalan dengan amat santai.

"Penduduk desa di sisi timur meminta kepala desa agar membuka perbatasan dalam pertemuan pada 5 Desember 1989," kata Hermann.

"Dua hari kemudian dua unit teknisi dari penjaga perbatasan Jerman Timur membuka tembok itu," tambah dia.

Pada 9 Desember 1989, akhirnya warga desa bebas hilir mudik dari sisi timur ke barat dan sebaliknya.

Baca juga : Krisis Ukraina Bisa Picu Perang Dingin Baru

Kini warga desa mengabadikan bekas tembok pemisah dan menara penjagaan yang difungsikan sebagai museum terbuka.

Meski tembok sudah runtuh dan perbatasan sudah dibuka, kedua sisi desa Modlareuth masih terpisah.   

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.