Kompas.com - 16/03/2018, 13:51 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) kembali menerbitkan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan intervensi mereka di Pilpres 2016.

Sanksi yang dikeluarkan Kamis (15/3/2018), seperti dilansir Sky News tersebut mencakup 19 orang dari lima kelompok.

Termasuk di antaranya dinas intelijen militer (GRU) badan penelitian internet, dinas keamanan federal (FSB).

Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin berkata, sanksi itu diterbitkan karena Rusia dianggap melakukan serangan siber yang merusak, dan gangguan yang menargetkan infrastruktur penting.

Baca juga : Inggris Umumkan Usir 23 Diplomat Rusia

"Kami bersiap menerbitkan sanksi baru untuk menangkal Rusia yang menargetkan sistem finansial kami," tutur Mnuchin.

Diberitakan POLITICO, pemerintahan Donald Trump menerbitkan sanksi itu untuk membalas kritik yang dialamatkan kepada mereka.

Kritik yang berkembang, selain dianggap terlalu lembut, Trump juga tidak serius mengecam Rusia yang dituduh menjadi dalang serangan mantan agen ganda di Inggris.

Sky News memberitakan, dalam sanksi itu, semua aset maupun properti ke-19 orang yang masuk ke daftar tersebut bakal dibekukan.

Dalam daftar tersebut, terdapat nama Yevgeniy Viktorovich Prigozhin, sosok yang dikenal dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dna mendapat julukan "Kokinya Putin".

Perusahaan jaringan yang dikelola Prigozhin dituding mendanai dinas penelitian internet (IRA), dan menyediakan informasi untuk keperluan intervensi Pilpres 2016.

Terkena sanksi tersebut, Prigozhin mengaku tidak peduli karena dia tidak mempunyai bisnis di Negeri "Paman Sam".

"Saya sudah disanksi sekitar 3-4 kali. Saya tidak khawatir. Mungkin, saya akan membalasnya dengan berhenti mengunjungi McDonald's," kelakar Prigozhin.

Baca juga : Kasus Pemilu 2016, AS Lansir Daftar Putin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Sky,Politico
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.