Kompas.com - 15/03/2018, 22:50 WIB
Warga sipil mulai bergerak meninggalkan pusat kota di wilayah Afrin sebelum terjadi pengepungan total oleh pasukan Turki, Kamis (15/3/2018). AFP/STRINGERWarga sipil mulai bergerak meninggalkan pusat kota di wilayah Afrin sebelum terjadi pengepungan total oleh pasukan Turki, Kamis (15/3/2018).

AFRIN, KOMPAS.com - Serangan yang dilancarkan pasukan yang dipimpin Turki ke wilayah kantong mayoritas Kurdi di Afrin, Suriah Utara, memaksa lebih dari 30.000 warga sipil meninggalkan tempat tinggal mereka dalam 24 jam terakhir.

Badan Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, puluhan ribu warga sipil mulai mengungsi sejak Rabu (14/3/2018) akibat serangan udara yang dilancarkan pasukan Turki.

"Mereka pergi menuju kawasan yang dikendalikan rezim Suriah maupun ke pinggiran kota," kata kelompok pemantau tersebut, Kamis (15/3/2018).

Baca juga: Erdogan: Tentara Turki Segera Kepung Seluruh Kota Afrin

Militer Turki melancarkan operasi ke wilayah Afrin yang menjadi kantong kelompok milisi Kurdi Suriah sejak 20 Januari lalu, di bawah operasi militer Ranting Zaitun.

Operasi tersebut bertujuan mengusir kelompok milisi Kurdi Suriah, YPG, yang disebut sekutu partai terlarang Turki, PKK. Awal pekan lalu, militer Turki mengklaim telah hampir sepenuhnya mengelilingi kota utama di Afrin dan siap mengambil alih dalam waktu dekat.

Koresponden AFP di dalam kota mengaku melihat ratusan keluarga yang diangkut di belakang truk-truk bak terbuka dan juga gerobak yang ditarik mobil saat mereka bersiap meninggalkan kota melalui satu-satunya rute keluar yang tersisa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sepanjang perjalanan mereka mengantre di luar toko untuk membeli persediaan makanan dan roti sebagai persiapan sebelum terjadinya pengepungan total oleh pasukan Turki dan sekutunya.

Baca juga: Erdogan Klaim Turki Lumpuhkan 3.213 Milisi di Afrin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.