Negara Bagian AS Ini Bakal Pakai Gas Nitrogen untuk Hukuman Mati

Kompas.com - 15/03/2018, 15:35 WIB
Ranjang yang dipakai untuk eksekusi suntik mati di Oklahoma. BBC/Departemen Perbaikan OklahomaRanjang yang dipakai untuk eksekusi suntik mati di Oklahoma.

OKLAHOMA CITY, KOMPAS.com - Sebuah negara bagian di  Amerika Serikat (AS), bersiap untuk menjadi wilayah pertama yang memperkenalkan metode baru dalam hukuman mati.

Diberitakan Sky News Kamis (15/3/2018), Oklahoma mengumumkan bakal menggunakan gas nitrogen untuk mengeksekusi terpidana mati.

Keputusan tersebut diutarakan oleh Jaksa Negara Bagian Oklahoma Mike Hunter, dan Direktur Perbaikan, Joe Allbaugh Rabu (14/3/2018).

Hunter berkata, keputusan merombak metode hukuman mati dilakukan setelah mereka berkaca pada dua kasus eksekusi. Pertama adalah Clayton Lockett pada 2014.

Terpidana kasus pembunuhan dan penculikan itu mendapat suntikan yang salah, dan membuatnya menderita selama 40 menit sebelum dinyatakan meninggal.

Baca juga : Pelaku Penembakan SMA di Florida Dituntut Hukuman Mati

Dalam pengakuan para saksi, Lockett sempat berteriak ada yang salah dalam eksekusi sebelum dinyatakan meninggal karena serangan jantung.

Selain Lockett, Oklahoma juga nyaris melakukan eksekusi menggunakan obat yang salah setahun berselang kepada terpidana bernama Richard Glossip.

Perusahaan farmasi, dilaporkan oleh The Guardian, memutuskan menarik obat yang biasa digunakan untuk suntik mati.

Dalam pernyataan resmi, perusahaan farmasi tersebut percaya obat mereka seharusnya mengobati orang sakit, bukan membunuh.

Hal itu membuat Allbaugh frustrasi, dan sempat mencari akses mendapatkan obat untuk suntik mati hingga ke India.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X