Bom Bunuh Diri Tewaskan 9 Orang di Pakistan - Kompas.com

Bom Bunuh Diri Tewaskan 9 Orang di Pakistan

Kompas.com - 15/03/2018, 10:57 WIB
Relawan Pakistan berjaga-jaga di dekat lokasi serangan bom sepeda motor di Lahore, Rabu (14/3/2018). (AFP/Arif Ali) Relawan Pakistan berjaga-jaga di dekat lokasi serangan bom sepeda motor di Lahore, Rabu (14/3/2018). (AFP/Arif Ali)

LAHORE, KOMPAS.com - Sebanyak 9 orang tewas dan 20 orang lainnya luka-luka akibat bom bunuh diri yang meledak di Raiwind, Lahore, Pakistan, pada Rabu (14/3/2018) malam.

Pelaku bom bunuh diri mengendarai sepeda motor dan menyerang pos pemeriksaan polisi.

Serangan itu juga berada di dekat masjid yang sedang mengadakan acara keagamaan yang dihadiri sekitar 60.000 orang.

"Ada 9 orang, termasuk lima polisi dan empat warga yang telah terbunuh," kata petugas polisi senior Lahore, Haider Ashraf.

Baca juga : India-Pakistan Saling Tembakkan Artileri, Ratusan Orang Melarikan Diri

Dia menambahkan, setidaknya 20 orang terluka dalam serangan yang menargetkan pos pemeriksaan polisi.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP, kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Mereka juga mengancam serangan lainnya yang menargetkan polisi untuk membalas kematian rekan mereka di Punjab.

Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat pada awal bulan ini menawarkan 5 juta dollar AS atau Rp 68,7 juta kepada siapa pun yang dapat membantu menemukan pemimpin TTP Maulana Fazlullah.

Kelompok pemberontak itu juga terkait dengan serangan mematikan di Pakistan dan teror bom mobil di Times Square, New York, pada 2010.

Baca juga : Bahasa Daerah di Pakistan Ini Tinggal Memiliki Tiga Orang Penutur

Menurut data dari pejabat AS, TTP juga memberikan pelatihan peledakan terhadap Faisal Shahzad, yang gagal dalam upayanya memasang bom mobil di Times Square itu.

Kelompok tersebut juga menjadi dalang pembantaian lebih dari 150 orang di sebuah sekolah, di Peshawar, pada Desember 2014 dan penembakan terhadap peraih Nobel Malala Yousafzai pada Oktober 2012.


Komentar
Close Ads X