Usia Senja Tak Menghalangi Nenek di China Jadi Pelancong "Backpacker" - Kompas.com

Usia Senja Tak Menghalangi Nenek di China Jadi Pelancong "Backpacker"

Kompas.com - 15/03/2018, 10:25 WIB
Qi, wanita berusia 73 tahun di China yang gemar berwisata keliling dunia. (Pear Video via BBC) Qi, wanita berusia 73 tahun di China yang gemar berwisata keliling dunia. (Pear Video via BBC)

BEIJING, KOMPAS.com — Seorang wanita tua di China memilih menghabiskan sisa hidupnya dengan berwisata keliling dunia.

Jadi pelancong backpacker pada usia 73 tahun, pensiunan guru ini telah menuai pujian dari jutaan penggemar di media sosial China.

Dilansir dari BBC, Kamis (15/3/2018), Pear Video menampilkan dokumentasi wanita tua itu dan mengidentifikasi namanya sebagai Qi.

Video singkat di internet tersebut telah memicu perdebatan online mengenai gagasan tradisional bahwa orang tua di China harus pindah ke rumah anak-anak mereka dan menghabiskan waktu merawat cucu.


"Mengapa orang tua China harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga serta merawat anak dan cucu?" tulis seseorang di Pear Video.

Baca juga: Beri Gerakan Menghina, Jurnalis di China Ini Jadi Viral

Dalam video, Qi mengaku telah melakukan perjalanan ke luar negeri, seperti mengunjungi beberapa negara di Eropa, Amerika Utara, dan Asia.

Dia kerap bepergian bersama kaum muda dan berbagi biaya perjalanan sehingga bisa menghemat ongkos.

"Saya mengobrol dengan mereka dan mereka punya banyak hal baru untuk dibicarakan," katanya.

Ibu Qi masih hidup dan dia sering menghubunginya melalui video call untuk saling bertukar kabar. Tidak hanya itu, Qi juga mengunggah gambar di media sosial sehingga anak dan cucunya dapat melihatnya.

"Saya punya akun media sosial. Saya sudah punya itu sekitar lima bulan. Saya menulis semuanya, kenanganku, inspirasiku, sebuah kenangan harian untuk anak dan cucuku," ucapnya.

Baca juga: Mahasiswa China di Luar Negeri: Xi Jinping Bukan Presiden Kami

Banyak warganet menyaksikan Qi menikmati kebebasannya yang telah mendorong mereka untuk menyuarakan kemerdekaan diri.

Orang tua di China yang bekerja dalam waktu yang lama atau merantau untuk bekerja sehingga nenek dan kakek mengambil tugas merawat cucu.

Di sisi lain, reformasi ekonomi dan rendahnya angka kelahiran membuat China menghadapi krisis populasi usia senja. Pada 2050, lebih dari seperempat penduduknya akan berusia lebih dari 65 tahun.



Close Ads X