Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/03/2018, 09:46 WIB

ATLANTA, KOMPAS.com — Kematian seekor anak anjing yang ikut dalam penerbangan maskapai United Airlines rute Houston-New York menjadi sorotan regulator dan senat di Amerika Serikat.

Seekor anak anjing jenis french bulldog mati pada Senin (12/3/2018) setelah awak pesawat meminta pemiliknya meletakkan anjing di dalam bagasi kabin.

Kini, Kementerian Transportasi dan Pengawas Keselamatan Penerbangan AS (FAA) menyelidiki kasus tersebut.

Baca juga: Ditaruh di Bagasi Kabin Pesawat, Anak Anjing Usia 10 Bulan Ini Mati

Dilansir dari VOA News, Rabu (14/3/2018), Kementerian Transportasi AS melaporkan ada 24 hewan yang mati dalam penerbangan dalam negeri sepanjang tahun lalu.

Sebanyak 18 di antaranya mati ketika terbang dengan maskapai United Airlines. Sementara 13 hewan dalam penerbangan United Airlines juga mengalami luka-luka

Senator Partai Republik, John Kennedy, telah mengirimkan surat kepada Presiden United Airlines J Scott Kirby.

Dia meminta penjelasan segera terkait banyaknya hewan peliharaan yang mati dalam penerbangan United Airlines.

"Hewan peliharaan merupakan anggota keluarga. Mereka tidak seharusnya diperlakukan seperti barang sepele," tulisnya.

Baca juga: United Airlines Larang Wanita Ini Bawa Burung Merak ke Kabin Penumpang

Sementara itu, manajemen United Airlines akan bertanggung jawab atas insiden tersebut dan telah meminta maaf atas kematian anjing pada Senin lalu.

Mereka mengklaim, awak pesawat tidak mengetahui keberadaan seekor anjing dalam tas sehingga meminta menaruhnya di bagasi kabin selama penerbangan.

"Kami sangat menyesal. Kapan pun ada seekor binatang mengalami luka dan mati dalam penerbangan kami, kami menyesal," kata juru bicara Charlie Hobart.

Straits Times melaporkan, tingginya tingkat kematian hewan juga didorong banyaknya jumlah hewan yang ikut dalam penerbangan United Airlines.

Maskapai tersebut telah melayani 138.178 hewan sepanjang tahun lalu atau dua kali lebih banyak dibandingkan dengan pesaingnya, seperti Delta Airlines dan American Airlines.

Seperti diketahui, seekor anak anjing mati setelah ikut dalam penerbangan maskapai United Airlines rute Houston-New York, Senin lalu.

Baca juga: United Airlines Mendarat Darurat karena Kotoran Penumpang

Seorang saksi mata menyebutkan, pramugari meminta anak anjing jenis itu dimasukkan ke dalam tas khusus dan diletakkan di bagasi kabin pesawat.

Padahal, penerbangan tersebut ditempuh dengan durasi empat hingga lima jam.

"Malam ini, saya berada di dalam pesawat, di mana saya menyaksikan petugas penerbangan United Airlines meminta penumpang meletakkan anjingnya di dalam tas di bagasi kabin," tulis saksi mata bernama Maggie Gremminger di Twitter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.