Kerusuhan di Penjara Bolivia, Enam Narapidana Tewas - Kompas.com

Kerusuhan di Penjara Bolivia, Enam Narapidana Tewas

Kompas.com - 14/03/2018, 23:40 WIB
Foto dokumen Juli 2015 memperlihatkan pasukan tentara berjalan di luar penjara Palmasola di Bolivia.AFP/MARIO TAMA Foto dokumen Juli 2015 memperlihatkan pasukan tentara berjalan di luar penjara Palmasola di Bolivia.

SANTA CRUZ, KOMPAS.com - Kerusuhan terjadi di sebuah penjara di Bolivia pada Rabu (14/3/2018) pagi. Operasi penyerbuan oleh polisi yang masuk ke dalam penjara untuk mengatasi kerusuhan berakhir dengan enam narapidana tewas dan belasan lainnya cedera.

Menurut Wakil Menteri Dalam Negeri Jose Luis Quiroga, keenam narapidana yang tewas dalam kerusuhan di penjara Palmasola di Santa Cruz, Bolivia tersebut merupakan karena melawan petugas polisi.

Selain enam korban tewas, dilaporkan lima petugas polisi dan 18 narapidana lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Kondisi Darurat Ditetapkan di Sri Lanka Menyusul Kerusuhan Sektarian

Dilansir dari AFP, operasi penyerbuan oleh polisi yang merangsek masuk ke dalam penjara bertujuan untuk menggeledah dan mengumpulkan senjata dan obat-obatan terlarang.

Sekitar 2.000 petugas polisi dikirim masuk untuk menyusur seluruh blok sel pada Rabu dini hari.

Situasi di dalam penjara Palmasola mencekam sejak sepekan lalu, menyusul perintah pemerintah yang melarang anak usia di bawah enam tahun mengunjungi kerabat mereka yang dipenjara.

"Dalam penggeledahan polisi masih menemuka alkohol, obat-obatan terlarang, ganja dan kokain yang tidak ada habisnya. Ada pelanggaran hukum lengkap di Palmasola," kata Kepala Polisi Alfonso Mendoza.

Pasca-operasi oleh kepolisian, situasi di dalam penjara relatif lebih terkendali. Namun di luar penjara, polisi terlibat bentrok dengan keluarga narapidana yang mencemaskan nasib kerabatnya.

Baca juga: Kerusuhan Pangan di Rwanda, Polisi Tembak 11 Pengungsi

Penjara Palmasola di timur Bolivia dikenal paling berbahaya dan penuh sesak dengan tahanan.

Penjara berkapasitas 3.730 orang itu dilaporkan menampung hingga lebih dari 15.000 narapidana, menurut data Desember 2016.


Komentar
Close Ads X