Palsukan Tanggal Lahir, Nepal Pecat Ketua Mahkamah Agungnya - Kompas.com

Palsukan Tanggal Lahir, Nepal Pecat Ketua Mahkamah Agungnya

Kompas.com - 14/03/2018, 21:47 WIB
Gopal Parajuli (kiri) ketika masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Nepal, duduk di sebelah Wakil Presiden Nanda Kishor Pur Rabu (14/3/2018).AFP/Prakash Mathema Gopal Parajuli (kiri) ketika masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung Nepal, duduk di sebelah Wakil Presiden Nanda Kishor Pur Rabu (14/3/2018).

KATHMANDU, KOMPAS.com - Nepal mengumumkan telah memecat Ketua Mahkamah Agungnya, Gopal Parajuli, Rabu (14/3/2018) waktu setempat.

Diberitakan kantor berita AFP, Parajuli didepak setelah ketahuan memalsukan tanggal kelahirannya demi memperpanjang masa jabatannya.

Kontroversi mengenai tanggal lahir Parajuli mengemuka beberapa bula terakhir setelah dia menggugat aktivis dan koran terbesar Nepal, Kantipur Daily.

Akhir Februari lalu, Kantipur Daily digugat setelah menerbitkan sejumlah artikel yang memperlihatkan dugaan Parajuli menyerahkan lima tanggal lahir berbeda.


Baca juga : PBB Desak Nepal Hapus Larangan Perempuan Bekerja di Luar Negeri

Selain Kantipur, pada Januari 2018, Parajuli juga memerintahkan penangkapan terhadap aktivis anti-korupsi Govinda KC yang mempertanyakan kapan dia lahir.

Dia menuai kemarahan publik Nepal karena menyatakan bakal memimpin sendiri kasus gugatan terhadap Govinda dan Kantipur.

Dari hasil penyelidikan, komisi yudisial menyimpulkan kalau Parajuli seharusnya telah berusia 65 tahun sejak tujuh bulan yang lalu.

65 tahun merupakan batas usia maksimal seorang pejabat publik di Nepal menempati posisinya.

"Dia sudah dicopot dari jabatannya setelah kami menemukan fakta kalau dia memalsukan tanggal kelahirannya," kata Sekretaris Komisi Yudisial Nripdhoj Niraula.

Parajuli menjadi ketua mahkamah agung pada akhir Juni 2017 menggantikan Sushila Karki, perempuan pertama yang menempati jabatan tersebut.

Baca juga : 13 Dokter Tak Berizin Asal China Ditahan di Nepal



Close Ads X