AU Filipina Terima 6 Unit Drone dari Amerika Serikat - Kompas.com

AU Filipina Terima 6 Unit Drone dari Amerika Serikat

Kompas.com - 14/03/2018, 14:46 WIB
Seorang personel militer menjelaskan soal drone ScanEagle kepada Dubes AS untuk Filipina Sung Y Kim dan Menhan Filipina Delfin Lorenzana dalam serah terima drone yang digelar di Pasay City, Selasa (13/3/2018).TED ALJIBE / AFP Seorang personel militer menjelaskan soal drone ScanEagle kepada Dubes AS untuk Filipina Sung Y Kim dan Menhan Filipina Delfin Lorenzana dalam serah terima drone yang digelar di Pasay City, Selasa (13/3/2018).

MANILA, KOMPAS.com - AU Filipina menerima enam unit wahana terbang nirawak (UAV) atau akrab disebut drone dari Amerika Serikat.

Pemerintah Filipina mengatakan, kedatangan keenam drone ini akan memberi kontribusi besar untuk meningkatkan kemampuan negeri tersebut dalam hal pengawasan dan pengintaian.

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan, pengiriman drone ScanEagle itu juga bertujuan untuk modernisasi angkatan udara negeri kepulauan tersebut.

"Dengan sejumlah masalah keamanan di negeri kami, ada kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan angkatan bersenjata kami dan membangun kemampuan pertahanan yang lebih kredibel," kata Lorenzana, Selasa (13/3/2018).

Baca juga : Ketika Drone Buatan Sendiri Jadi Ancaman Militer

"Pembelian ScanEagle adalah satu cara untuk modernisasi militer agar mampu mencegah siapa saya yang ingin mengobarkan perang terhadap negara kami," tambah dia.

Keenam drone ini dibeli dengan harga total 13,76 juta dolar AS atau hampir Rp 190 miliar.

ScanEagle adalah sebuah drone berukuran kecil, diterbangkan rendah tetapi memiliki daya tahan lama. Drone ini adalah buatan Insitu, anak perusahaan produsen pesawat terbang, Boeing.

Sementara itu, Dubes AS untuk Filipina Sung Y Kim meresmikan langsung serah terima keenam drone itu dalam sebuah upacara di Pangkalan AU Villamor di Pasay City.

Filipina adalah salah satu negara di dunia yang memiliki garis pantai terpanjang tetapi belum memiliki cukup infrastruktur untuk mengamankannya.

Sehingga, Amerika Serikat sebagai sekutu lama Filipina kerap memberi bantuan untuk angkatan bersenjata negeri itu.

Militer Filipina terbilang belum lama melibatkan drone dalam berbagai operasinya.

Pada 2001, Filipina membeli empat drone berukuran kecil dari perusahaan Israel EMIT Aviation Consult yang berbasis di kota Petah Tikvah.

Baca juga : Tangkal Drone Musuh, Rusia Gunakan Burung Rajawali

Awal tahun ini, Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan rencana untuk mendapatkan drone berukuran lebih besar juga dari Israel.

Drone jenis Hermes 900 MALE berukuran lebih besar dari ScanEagle dan bisa diperlengkapi misil untuk menembak sasaran di daratan.


Komentar

Close Ads X