Trump soal Pemecatan Tillerson: Kami Sudah Tidak Sepaham - Kompas.com

Trump soal Pemecatan Tillerson: Kami Sudah Tidak Sepaham

Kompas.com - 13/03/2018, 22:49 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketika memberikan keterangan pers alasan pemecatan Rex Tillerson sebagai Menteri Luar Negeri pada Selasa (13/3/2018).AP Photo/Andrew Harnik Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketika memberikan keterangan pers alasan pemecatan Rex Tillerson sebagai Menteri Luar Negeri pada Selasa (13/3/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi secara langsung bahwa dia sudah memecat Rex Tillerson sebagai Menteri Luar Negeri.

Diberitakan oleh CNN Selasa (13/3/2018), dalam konferensi pers, Trump mengakui bahwa dia berbeda pendapat dengan mantan CEO ExxonMobil tersebut.

Salah satunya adalah tentang kebijakan nuklir Iran. Sejak awal, Trump menginginkan AS bisa memberikan sanksi baru kepada Iran.

Namun, Tillerson tidak sejalan. "Saya ingin melakukan sesuatu, dia tidak sependapat. Dari sana, saya merasa bahwa kami sudah tidak sepaham," kata Trump.

Tanda-tanda bahwa Trump bakal mendepak Tillerson terjadi sejak menlu berusia 65 tahun tersebut tidak dilibatkan soal kebijakan Korea Utara ( Korut).

Baca juga : Trump Pecat Menteri Luar Negerinya

Trump mengaku, menerima ajakan Pemimpin Korut Kim Jong Un untuk berunding melakukan keputusan yang dibuatnya sendiri.

"Seperti yang Anda tahu, Rex sedang berada di Afrika. Sebelum memutuskan, saya tetap berkonsultasi dengan banyak pihak," beber Trump.

Jurnalis CNN Kaitlan Collins dalam kicauannya di Twitter mengatakan, Tillerson menginginkan kebijakan luar negeri diatur sesuai kehendaknya.

"Trump merasa bahwa Tillerson tidak mendukungnya. Hubungan mereka juga memburuk dalam beberapa bulan terakhir," tutur Collins.

Trump tidak menjawab ketika ditanyakan apakah pendepakan Tillerson terjadi setelah dia sempat mengejeknya dengan sebutan "si bodoh" pada Oktober 2017.

Sebagai gantinya, Trump menghormati Tillerson sebagai sosok yang intelektual, dan menikmati setiap proses pekerjaan bersamanya.

"Kami mempunyai hubungan yang sangat bagus. Saya merasa, Rex bakal sangat senang sekarang," kata presiden ke-45 AS tersebut.

Baca juga : Karena Alasan Ini, Trump Pecat Menteri Luar Negerinya

Lebih lanjut, sejumlah pengamat menyatakan kalau Tillerson tidak layak untuk menjabat sebagai Menlu AS.

"Tillerson bakal berada di peringkat terbawah daftar Menlu AS," kata peneliti Kebijakan AS Universitas  Massachusetts Amherst, Paul Musgrave, kepada Vox via Daily Express.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson dan Presiden Amerika Serikat Donald TrumpJIM WATSON/AFP/Getty Images Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Pendapat yang sama juga disuarakan oleh Eliot Cohen, Penasihat Kemenlu di era Presiden George W Bush. "Saya pikir dia adalah menlu terburuk dalam sejarah AS," ujarnya kepada Axios.

Sementara itu, Sekretaris Bidang Diplomasi Publik Steve Goldstein berkata, Tillerson masih belum berbicara dengan Trump.

"Tillerson masih belum mengetahui apa alasan yang membuatnya sampai dipecat," kata Goldstein dilansir dari CNN.

Sebelumnya, Trump memutuskan untuk mendepak Tillerson, dan menggantinya dengan Mike Pompeo yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA).

Gina Haspel, yang sebelumnya berposisi sebagai Wakil Direktur CIA, bakal naik menggantikan Pompeo.

Gedung Putih menyatakan, keputusan tersebut dibuat jelang persiapan untuk menghelat perundingan dengan Korut.

Baca juga : Bersitegang, Presiden Trump Tantang Menlu Tillerson Adu Psikotes


Komentar
Close Ads X