Karena Alasan Ini, Trump Pecat Menteri Luar Negerinya - Kompas.com

Karena Alasan Ini, Trump Pecat Menteri Luar Negerinya

Kompas.com - 13/03/2018, 20:50 WIB
Rex Tillerson ketika masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (kiri), duduk di samping Presiden Donald Trump dalam Pertemuan Kabinet di Gedung Putih, Washington, (16/10/2017).AFP/Saul LOEB Rex Tillerson ketika masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (kiri), duduk di samping Presiden Donald Trump dalam Pertemuan Kabinet di Gedung Putih, Washington, (16/10/2017).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Keputusan Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump memecat Menteri Luar Negeri Rex Tillerson sangat mengejutkan.

Sebab, pelengseran politisi 65 tahun tersebut terjadi saat AS tengah fokus bersiap menghelat pertemuan dengan Korea Utara ( Korut).

Dalam pernyataan resminya, Gedung Putih berkata bahwa langkah itu dilakukan sebagai bentuk penyegaran kabinet jelang pertemuan dengan Korut.

"Presiden ingin memastikan mempunyai tim baru ketika mereka bertemu dengan Korea Utara," kata Gedung Putih dikutip dari AFP Selasa (13/3/2018).


Sementara diberitakan oleh The Washington Post, Trump sudah merasa bahwa ini saatnya untuk merombak jajaran kabinetnya.

Baca juga: Trump Pecat Menteri Luar Negerinya

Sejak Jumat pekan lalu (9/3/2018), Trump sudah memberi tahu Tillerson bahwa dia tidak lagi menjabat sebagai menlu.

Kabar itu yang membuat Tillerson, sebagaimana diberitakan The Post, mempersingkat kunjungannya ke Afrika.

Selain itu, sudah bukan rahasia bahwa Trump sering berselisih paham dengan Tillerson, terutama menyangkut kebijakan AS kepada Korut.

Tillerson, mantan CEO ExxonMobil periode 2006-2016, berusaha untuk mendekati Korut dengan cara yang halus.

Dalam forum Dewan Atlantik Desember 2017, Tillerson menyatakan bahwa AS bersedia untuk bernegosiasi tanpa prasyarat apa pun dengan Korut.

"Sangat tidak realistis mengatakan kami hanya akan berdiskusi jika mereka (Korut) datang dan siap menyerahkan senjatanya. Mereka sudah berinvestasi sangat banyak di sana," ujar Tillerson saat itu.

Namun, usul Tillerson ditentang oleh Trump. Sejak awal, Trump menegaskan bahwa AS hanya akan duduk semeja dengan Korut jika mereka melakukan denuklirisasi.

Bahkan, pada 1 Oktober 2017, dalam kicauannya di Twitter, Trump menyindir Tillerson yang dianggapnya buang-buang waktu mencoba bernegosiasi dengan rezim Kim Jong Un.

"Simpan energi Anda Rex. Kita akan melakukan apa yang harus kita lakukan!" kata Trump dalam kicauannya.

Jika ditarik mundur ke belakang, Tillerson sempat mengejek Trump dengan sebutan "si bodoh" pada Juli 2017, seperti dilaporkan NBC News via CNBC.

Sementara itu, Menlu AS yang baru, Mike Pompeo, dalam pernyataan resminya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Trump.

"Kepemimpinan beliau membuat AS aman. Saya tidak sabar untuk memulai tugas saya mewakili Presiden Trump dan seluruh rakyat Amerika," tutur Pompeo.

Jabatan Pompeo sebagai Direktur Badan Intelijen Pusat ( CIA) bakal digantikan Gina Haspel, yang sebelumnya menempati posisi Wakil Direktur.

Baca juga: Menlu AS: Kami Siap Berdiskusi dengan Korut Tanpa Prasyarat



Close Ads X