Kompas.com - 13/03/2018, 19:54 WIB
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara dalam forum PBB di Jenewa, Swiss, Rabu (28/2/2018). AFP/FABRICE COFFRINIMenteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara dalam forum PBB di Jenewa, Swiss, Rabu (28/2/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia menanggapi tudingan yang dilayangkan Inggris, bahwa mereka menjadi dalang serangan terhadap seorang mantan mata-mata.

Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov berkata, Rusia dengan tegas menyanggah bahwa mereka memberikan racun saraf jenis Novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.

Sebelumnya Senin (12/3/2018), Perdana Menteri Inggris Theresa May menuduh Rusia sengaja merencanakan pembunuhan terhadap Skripal dan Yulia.

May mengultimatum Rusia untuk memberikan penjelasan paling lambat hingga Selasa (13/3/2018) tengah malam nanti.

"Kami telah mendengar ultimatum yang dilayangkan London. Jawaban saya adalah kami tidak bersalah," tegas Lavrov seperti dilansir Russian Today.

Baca juga : Mengenal Novichok, Racun Saraf Terhebat yang Dibuat Rusia

Dia menjelaskan, Kremlin telah memanggil Duta Besar Inggris untuk Rusia, Laurie Bristow untuk menjelaskan apa yang diinginkan Inggris.

Lavrov menyatakan kalau Rusia bersedia untuk membantu pengusutan dugaan Skripal dan anaknya diserang menggunakan senjata kimia.

Dia berkata, Rusia secara resmi telah melayangkan permintaan sampel bahan kimia yang diduga Novichok kepada Inggris.

"Pakar kami bakal mengujinya sesuai Konvensi Senjata Kimia (CWC). Sejauh ini, permintaan kami ditolak," beber Lavrov.

Sementara Presiden Vladimir Putin memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan media atas tudingan May.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X