Diamputasi, Kaki Pria Korban Kecelakaan Ini Dijadikan Pengganti Bantal

Kompas.com - 13/03/2018, 18:29 WIB
Ghanshyam (25), petugas kebersihan bus sekolah yang terguling, mengalami luka serius pada kaki kirinya dan harus diamputasi. HINDUSTAN TIMES PHOTOGhanshyam (25), petugas kebersihan bus sekolah yang terguling, mengalami luka serius pada kaki kirinya dan harus diamputasi.

JHANSI, KOMPAS.com - Rumah sakit pendidikan medis di India menjadi sorotan setelah beredar kabar salah seorang stafnya menggunakan potongan kaki milik korban kecelakaan sebagai pengganti bantal.

Mengutip Hindustan Times, insiden tersebut dilaporkan terjadi di Rumah Sakit Universitas Medis Maharani Laxmi Bai di kota Jhansi, negara bagian Uttar Pradesh.

Setelah kecelakaan yang menimpa sebuah bus sekolah pada Sabtu (10/3/2018). Menurut laporan polisi, bus mengalami kecelakaan di Mauranipur, sekitar 65 kilometer dari Jhansi.

Bus terguling saat menghindari tabrakan dengan sebuah truk yang datang dari arah berlawanan. Akibatnya, belasan penumpang mengalami luka ringan hingga serius dan dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga: Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Tukang Kayu Terpaksa Jalani Amputasi Tangan

Salah seorang korban luka serius adalah Ghanshyam (28), petugas kebersihan di bus sekolah Deepak Memorial. Dia mengalami luka serius pada kaki kirinya sehingga harus diamputasi.

Namun setelah mendapat penanganan, diketahui potongan kaki tersebut justru digunakan untuk menyangga kepala korban yang saat itu masih ditempatkan di bangsal darurat.

Ghanshyam ditemani saudara laki-laki dan ibunya saat dibawa ke rumah sakit. Pihak keluarga pun protes saat melihat kaki korban yang diamputasi sudah digunakan sebagai pengganti bantal.

Ibu korban, Devki mengatakan, saat meminta perawat memindahkan potongan kaki itu dan menggantinya dengan bantal, staf rumah sakit menjawab kekurangan bantal.

Sebuah bantal digunakan untuk menopang paha Ghanshyam yang telah diperban.

Kasus tersebut dinilai telah mencoreng pelayanan medis di Uttar Pradesh, khususnya di rumah sakit tersebut.

Otoritas rumah sakit berjanji akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab telah meletakkan potongan kaki korban sebagai bantal.

"Kami akan memeriksa kamera pengawas untuk melihat siapa yang bertanggung jawab atas tindakan memalukan tersebut," kata kepala pengawas medis rumah sakit Harish Chandra Arya.

"Tindakan tegas akan diberikan kepada orang yang bersalah setelah dilakukan penyelidikan," tambahnya.

Baca juga: Amputasi Korban Gempa di Bawah Reruntuhan, Dokter Ini Raih Penghargaan

Sementara, Menteri Pendidikan Medis Ashutosh Tandon telah memerintahkan penangguhan kepada empat petugas medis gawat darurat yang bertugas saat kejadian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X