Sempat Masuk Sekolah Asrama, Begini Nasib Bocah "Berambut Es" di China - Kompas.com

Sempat Masuk Sekolah Asrama, Begini Nasib Bocah "Berambut Es" di China

Kompas.com - 13/03/2018, 14:21 WIB
Foto yang memperlihatkan Wang Fuman datang dalam keadaan setengah beku untuk mengikuti ujian akhir sekolah di Shaoton, Provinsi Yunnan, China (10/1/2018).Weibo Foto yang memperlihatkan Wang Fuman datang dalam keadaan setengah beku untuk mengikuti ujian akhir sekolah di Shaoton, Provinsi Yunnan, China (10/1/2018).

KUNMING, KOMPAS.com - Masih ingatkah Anda dengan Wang Fuman? Seorang pelajar sekolah dasar di China yang membuat jagat dunia maya dihebohkan dengan rambutnya yang berwarna putih karena membeku.

Wang nekat menerobos cuaca dingin menuju sekolahnya di Ludian, yang berjarak 4,5 km dari rumahnya. Alhasil, sampai di sekolah, pipi Wang menjadi kemerahan dan rambut menjadi beku dan putih karena tertutup es.

Foto Wang ketika tiba di kelas diabadikan oleh kepala sekolah dan menjadi viral. Warganet berinisiatif memberinya julukan si " bocah es".

Di sisi lain, viralnya foto Wang juga menggambarkan potret kemiskinan di provinsi Yunnan, China.

Bocah laki-laki berusia 8 tahun itu ternyata sempat dipindahkan ke sekolah asrama swasta selama sepekan.

Baca juga : Terobos Dingin, Bocah di China Sekolah dengan Kondisi Setengah Beku

Dilansir dari Straits Times, Selasa (13/3/2018), setelah Tahun Baru Imlek, Sekolah Xinhua, sebuah lembaga pendidikan swasta di Zhaotong, menawari Wang dan adiknya kesempatan untuk menimba ilmu di sekolah itu secara gratis.

Ayah Wang menerima bantuan tersebut dan mengirim dua anaknya ke sekolah yang berjarak 40 km dari rumahnya.

"Walaupun sekolahnya jauh, tapi putraku dapat tinggal dan makan di sekolah dan mengerjakan PR tanpa gangguan dari pekerjaan rumah," kata ayah Wang.

Kepala Sekolah Xinhua, Yang, menginginkan agar Wang dan adiknya memperoleh pendidikan terbaik.

"Walaupun mereka berasal dari keluarga yang miskin, mereka bisa mengubah nasib mereka dengan kerja keras," katanya.

Wang Fuman. Foto ini diambil pada 11 Januari 2018. (AFP) Wang Fuman. Foto ini diambil pada 11 Januari 2018. (AFP)
Namun, banyaknya wawancara dan kunjungan dari media serta masyarakat justru mengganggu kegiatan sekolah.

"Kami khawatir Wang tidak bisa menangani ini dan belajarnya akan terpengaruh," ucapnya.

Yang menghubungi ayah Wang dan mengirim kembali Wang serra adiknya ke sekolah lamanya.

Departemen pendidikan di Ludian mengonfirmasi kedua anak tersbeut telah kembali ke sekolah lamanya, Zhuanshanbao, pada pekan lalu.

Baca juga : Kisah Viral Bocah Pengantar Paket Ini Jadi Potret Kemiskinan di China

Fung Heng, kepala sekolah Zhuanshanbao mengatakan, masyarakat harus menerima keputusan tersebut dan mendukung Wang.

"Kegiatan belajarnya terganggu karena pindah sekolah," ujarnya.


Komentar
Close Ads X