Kompas.com - 13/03/2018, 00:24 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Pemerintah Jepang dan Korea Selatan menyepakati akan tetap memberikan tekanan maksimum kepada Korea Utara meski telah ada rencana untuk bernegosiasi dengan AS.

Tokyo maupun Seoul memutuskan tekanan maksimum harus dipelihara hingga adanya tindakan nyata yang diambil Pyongyang terhadap program persenjataan nuklirnya.

"Jepang dan Korea Selatan telah sepakat akan terus menerapkan tekanan maksimum kepada Korea Utara hingga dihasilkan sebuah tindakan nyata," kata Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono kepada wartawan, Senin (12/3/2018).

Baca juga: Perundingan dengan AS, Korut Belum Memberi Respons

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Kono usai bertemu dengan Kepala Badan Intelijen Nasional Korea Selatan Suh Hoon.

Namun demikian, Kono tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tindakan nyata yang dimaksud.

Dia juga tidak menjawab tudingan yang menyebut Jepang telah melunakkan posisinya terhadap Korea Utara sebagai prasyarat dilakukannya perundingan.

Jepang juga menyatakan kesiapan membayar biaya untuk inspeksi fasilitas nuklir Korea Utara oleh Badan Energi Aton Internasional (IAEA). Demikian dilansir dari Reuters.com.

Sebelumnya, AS melalui Direktur Dinas Intelijen AS (CIA) Mike Pompeo menyampaikan jika Washington tidak akan memberi kelonggaran terhadap Korut saat negosiasi antara kedua negara berlangsung.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kesediaannya bertemu dengan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un yang dijadwalkan pada akhir Mei mendatang.

Pompei juga menepis keraguan sejumlah pengamat internasional tentang hasil pertemuan yang bakal memberi solusi menguntungkan kepada kedua negara.

Para pengamat meyakini, sebagai ganti denuklirisasi yang dilakukan, Korut bakal meminta AS menarik seluruh pasukannya di Korea Selatan (Korsel).

Baca juga: Direktur CIA Sebut AS Tidak Akan Beri Kelonggaran ke Korut

Washington juga dipercaya akan diminta mencabut sistem pertahanan udara yang mereka pasang di sekitar Semenanjung Korea.

Selain itu, AS juga mempunyai tugas untuk membebaskan tiga warga negaranya yang ditahan Korut dengan tuduhan spionase dan rencana menggulingkan rezim.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.