Kompas.com - 12/03/2018, 23:21 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com - Irak telah menyatakan kemenangan atas ISIS pada akhir tahun lalu. Namun ancaman dari sisa kelompok teroris itu masih tetap ada.

Terbukti pada Minggu (11/3/2018) malam waktu setempat, serangkaian serangan yang diklaim dilancarkan kelompok ISIS telah menewaskan hingga 25 orang, dari warga sipil maupun tentara pemerintah.

"Modus yang dilakukan kelompok teroris ISIS dengan berpura-pura melakukan penutupan jalan di jalan utama dan melakukan serangan. Korban tewas mencapai 15 orang," kata salah seorang petugas polisi kepada AFP.

Baca juga: Diduga Rencanakan Serangan atas Nama ISIS, Remaja Irak Ditahan

Serangan tersebut dilakukan di pinggiran kota Amerli di provinsi Kirkuk, yang berjarak sekitar 200 kilometer dari ibu kota Baghdad.

Serangan lainnya dilakukan di utara dekat kota Daquq dan menewaskan tiga orang yang sedang mengendarai mobil. Para penyerang kemudian membakar mobil di lokai.

Sementara sebuah serangan juga dilakukan di sebuah desa di provinsi Niniveh. Tujuh orang dilaporkan menjadi korban tewas, termasuk wali kota, yang terbunuh oleh kelompok pria bersenjata dan berpakaian militer.

Petugas lokal Ali al-Hamdi, kepada AFP, menyebut ISIS ada di balik rangkaian serangan itu.

"Anggota kelompok ISIS bersembunyi di padang pasir di sekitar lokasi dan melakukan serangan ke daerah berpenduduk," ujarnya.

Pejabat desa Mushirfa bersama dua anaknya menjadi korban tewas setelah diserang saat berada di kediaman mereka.

Dua korban lainnya adalah anggota pasukan unit paramiliter Hashed al-Shaabi yang berperan dalam perang melawan ISIS.

Pemerintah Irak telah mengumumkan berakhirnya perang melawan ISIS dengan kemenangan pada Desember 2017. Hal itu ditandai dengan pasukan pemerintah, dari tentara, kepolisian, dan paramiliter yang telah menguasai perbatasan Irak-Suriah.

Namun pada pertengahan Februari lalu, ISIS juga mengklaim bertanggung jawab atas tewasnya 27 orang di wilayah Hawija di provinsi Kirkuk.

Baca juga: Rilis Video Propaganda, ISIS Ajak Pendukungnya Datang ke Afghanistan

Serangan itu menjadi yang paling mematikan sejak dikuasainya wilayah itu oleh pasukan Irak pada Oktober.

Para pakar maupun pemerintah meyakini, para sisa-sisa anggota ISIS yang bersembunyi masih dapat melakukan serangan,  bahkan dikhawatikan masih memiliki kemampuan untuk merebut wilayah perbatasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.