Kompas.com - 12/03/2018, 22:48 WIB

JENEWA, KOMPAS.com - Meski baru sebatas rencana, banyak pihak menaruh harapan besar pada pertemuan dialog dengan Korea Selatan, tidak terkecuali PBB.

Dilansir dari Reuters.com, PBB menyampaikan jika proses negosiasi dengan Korea Utara yang akan membahas denuklirisasi di Semenanjung Korea juga harus disertai dengan pembicaraan mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia oleh rezim Kim Jong Un.

"Pesan utama saya pada hari ini adalah setiap kemajuan dalam dialog keamanan harus turut disertai dengan dialog mengenai hak asasi manusia," kata pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), Tomas Ojea Quintana, di hadapan Dewan Keamanan PBB, pada Senin (12/3/2018).

"Negosiasi ini bisa menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan untuk membawa isu hak asasi manusia dalam diskusi," tambahnya dalam konferensi pers.

Baca juga: Pyongyang: Sanksi Tidak Akan Bisa Hentikan Program Nuklir Korea Utara

Sedangkan kepada pemerintahan Korea Utara, Quintana mendesak agar dirinya diperbolehkan untuk berkunjung dan melakukan penilaian awal seiring dengan negosiasi mengenai isu nuklir yang akan dilakukan.

Sebelumnya, Quintana juga menyampaikan ketidaksetujuannya dengan sanksi ekonomi menyeluruh yang dijatuhkan kepada rezim Korea Utara yang dipandang dapat berdampak serius terhadap hidup 23 juta warganya.

Dalam laporan yang disampaikan pekan lalu, Quintana mengatakan pelonggaran ketegangan internasional dengan Korea Utara harus mengarah pada dialog dengan Pyongyang demi mencegah pelanggaran berat terus berlanjut.

Pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Senin (12/3/2018) tersebut, delegasi Korea Utara tidak hadir. Namun sejak awal mereka telah tegas membantah tudingan melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyatnya.

Presiden AS Donald Trumo sebelumnya telah menyepakati dilakukannya pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada bulan Mei untuk membahas program persenjataan nuklir Pyongyang.

Baca juga: Wapres AS: Ajakan Korut Bukti Strategi Trump Berhasil

Sebelumnya, pertemuan tingkat tinggi juga akan dilangsungkan antara pemimpin Korea Selatan Moon Jae-in dengan Kim Jong Un sebulan sebelumnya di desa perbatasan, Panmunjom.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.