Militer Myanmar Diduga Bangun Markas di Tanah Etnis Rohingya

Kompas.com - 12/03/2018, 17:27 WIB
Anak-anak pengungsi Rohingya menanti jatah makanan di kamp pengungsi Ukhia, Bangladesh. Munir UZ ZAMAN / AFP Anak-anak pengungsi Rohingya menanti jatah makanan di kamp pengungsi Ukhia, Bangladesh.

LONDON, KOMPAS.com - Lembaga Amnesti Internasional (AI) merilis laporan tentang dugaan militer Myanmar melakukan perampasan tanah milik masyarakat Rohingya.

Juru Bicara AI, Tirana Hassan mengatakan, mereka mendapatkan dokumen berupa citra satelit maupun wawancara yang dilakukan kepada masyarakat sekitar Rakhine.

Kantor berita AFP melansir Senin (12/3/2018), militer Myanmar diduga meratakan desa Rohingya di Rakhine, dan membangun markas di sana.

"Terdapat bukti yang kami dokumentasikan bahwa otoritas Myanmar mendirikan bangunan di tempat Rohingya seharusnya tinggal," kata Hassan.

Adapun BBC memberitakan, infrastruktur baru tersebut mulai dibangun sejak Januari lalu dalam laporan bertajuk "Membangun Wilayah Rakhine Kembali".

Baca juga : PBB Butuh Dana Rp 13 Triliun untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh

Hassan mengakui, citra satelit yang mereka dapatkan bersifat parsial, atau tidak memperlihatkan keseluruhan Rakhine.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, dalam citra tersebut, Hassan menegaskan struktur bangunan militer, helipad, dan jalan itu dibangun di sekeliling wilayah Rohingya.

Dia mencontohkan satu desa bernama Kan Kya yang terletak di kota Maungdaw. Pada Oktober 2017, desa itu terbakar pasca-operasi militer 25 Agustus 2017.

Namun, pada awal Maret, terdapat bangunan di tanah bekas permukiman, dan diduga merupakan pangkalan baru untuk militer Myanmar.

Bangunan serupa juga terdapat dalam citra satelit di Inn Din, desa di mana militer Myanmar diduga membantai 10 warga Rohingya September 2017.

Halaman:
Baca tentang


Sumber BBC,AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X