Kompas.com - 10/03/2018, 17:45 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pengumuman sudah dibuat. Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara (Korut) bakal bertemu di meja perundingan di akhir Mei mendatang.

Kondisi yang bisa menjadi fakta sejarah mengingat sebelumnya, tidak ada Presiden AS aktif yang duduk semeja dengan Pemimpin Korut.

Namun, rencana pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong Un tersebut mulai mendapat keraguan dari beberapa pakar.

Diberitakan Sky News Sabtu (10/3/2018), keraguan utama adalah timbal balik seperti apa yang bakal didapat AS jika menggelar pertemuan dengan Korut.

Pendapat tersebut diutarakan oleh Pakar Korea dari lembaga think tank Heritage Foundation, Bruce Klingner.

Baca juga : Trump dan Kim Jong Un Bakal Bertemu pada Mei 2018

Klinger menekankan kepada nasib tiga warga negara AS yang masih ditahan otoritas Korut dengan tuduhan kegiatan spionase dan berencana melawan negara.

Mereka adalah Kim Dong Chul (ditahan Oktober 2015), Kim Sang Duk (ditahan 21 April 2017), dan Kim Hak Song (7 Mei 2017).

"Trump kelihatannya bakal menghabiskan waktu pertemuan tersebut tanpa mendapat apapun dari Korut. Bahkan, untuk sekedar membebaskan tiga warga AS," kata Klingner.

Pendapat yang sama juga disuarakan mantan pejabat senior Kementerian Luar Negeri, Evans Revere.

Revere berkata, perundingan bisa gagal jika kedua negara sama-sama gagal dalam mendeskripsikan denuklirisasi seperti apa yang mereka inginkan.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Sky
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.