Kompas.com - 09/03/2018, 16:27 WIB
Pasukan keamanan Afghanistan berjaga di dekat lokasi ledakan bom bunuh diri di Kabul, Jumat (9/3/2018). AFP/SHAH MARAIPasukan keamanan Afghanistan berjaga di dekat lokasi ledakan bom bunuh diri di Kabul, Jumat (9/3/2018).

KABUL, KOMPAS.com - Teror bom bunuh diri mengguncang wilayah Syiah di ibu kota Afghanistan, Jumat (9/3/2018), menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai beberapa orang lainnya.

Ledakan terjadi di dekat sebuah acara pertemuan peringatan kematian seorang mantan pemimpin komunitas etnis Syiah Hazara, Abdul Ali Mazari, yang tewas dibunuh Taliban pada 23 tahun lalu.

"Akibat ledakan tersebut tujuh orang dilaporkan terbunuh dan tujuh lainnya mengalami luka-luka," kata juru bicara kementerian dalam negeri, Najib Danish pada laman media sosial.

Baca juga: Serangkaian Serangan Taliban di Afghanistan, 23 Orang Tewas

Kepala Kepolisian Kabul Mohammad Daud Amin menyampaikan, di antara para korban tewas terdapat seorang anggota polisi.

Menurut Amin, pelaku yang berjalan kaki meledakkan bom saat berada di pos pemeriksaan. Diyakini pelaku berniat menghadiri pertemuan, namun gagal karena diidentifikasi polisi.

"Pelaku bom bunuh diri diduga kuat menargetkan acara pertemuan namun gagal masuk dan meledakkan diri di pos pemeriksaan," kata kepala polisi dikutip AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri tersebut. Namun teror terjadi di tengah meningkatnya tekanan pada Taliban untuk melakukan pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan.

Pekan lalu, dalam sebuah konferensi internasional, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyampaikan rencananya untuk melakukan pembicaraan dengan para pemberontak dan menawarkan untuk mengakui Taliban sebagai partai politik.

Namun sebagai balasannya, presiden meminta kepada kelompok militan itu untuk mau mengakui pemerintahan dan konstitusi di Afghanistan.

Baca juga: Presiden Afghanistan Tawarkan Perdamaian kepada Taliban Lewat Ini

Langkah yang diambil presiden Afghanistan mendapat apresiasi dari para pemimpin negara barat. AS bahkan meminta kepada pemberontak untuk mempertimbangkan tawaran perundingan damai tersebut.

Bulan lalu, sebuah teror bom mobil juga meledak di dekat konvoi kedutaan Australia yang tengah melewati wilayah timur kota Kabul, menewaskan setidaknya seorang anak warga sipil dan melukai beberapa orang lainnya.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.