Kunjungi Inggris, Apa Agenda Utama Putra Mahkota Saudi? - Kompas.com

Kunjungi Inggris, Apa Agenda Utama Putra Mahkota Saudi?

Kompas.com - 09/03/2018, 11:37 WIB
Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tiba di London, Inggris, Rabu (7/3/2018). (AFP/Tolga Akmen) Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tiba di London, Inggris, Rabu (7/3/2018). (AFP/Tolga Akmen)

LONDON, KOMPAS.com - Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman memulai kunjungan resminya selama tiga hari ke Inggris pada Rabu (7/3/2018).

Pangeran berusia 32 tahun tersebut mendapat karpet merah ketika berada di London.

Dia juga melakukan pertemuan privat dengan Ratu Elizabeth II pada Rabu pagi, sebelum bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Pada malam harinya, dia mendapat jamuan makan malam dengan Pangeran Charles dan Pangeran William.

Masyarakat mengibarkan bendera di luar Istana Buckingham saat iring-iringan kerajaan Saudi tiba.

Baca juga : Forbes Tendang Saudi dari Daftar, Siapa Orang Terkaya Negara Arab?

Namun, Pangeran Mohammed juga menghadapi sejumlah protes dari aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) terkait perang Yaman.

Sejumlah pertanyaan mengenai kesepakatan persenjataan antara Inggris dengan Arab Saudi dan penggunaan senjata buatan Inggris di Yaman, May mengatakan akan meningkatkan pembicaraan mengenai krisis kemanusiaan bersama Pangeran Mohammed.

"Kami semua berfokus pada situasi kemanusiaan yang mengerikan di yaman dan efeknya kepada warga," katanya.

"Itulah mengapa sebagai pemerintah, kami akan meningkatkan pendanaan untuk Yaman... kami adalah donatur kemanusiaan ketiga terbesar di Yaman," ucapnya.

Yaman merupakan negara termiskin di Timur Tengah. Kini, negara itu menghadapi perang antara pasukan Houthi yang didukung Iran dan pasukan Saudi yang mendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Baca juga : Yaman Tangkap Tentara Anak-anak Houthi

Selain itu, dilansir dari situs resmi pemerintah Inggris, Kamis (8/3/2018), pertemuan keduanya juga menandai ambisi kerja sama perdagangan dan investasi senilai 65 miliar poundsterling atau Rp 1.236,6 triliun.

Inggris juga mendukung reformasi kebijakan di Saudi, termasuk perempuan diizinkan untuk menghadiri pertandingan olahraga dan menonton di bioskop, serta izin menyetir pada Juni tahun ini.

Perjalanan Pangeran Mohammed yang juga menjabat sebagai menteri pertahanan Saudi akan berlanjut ke Amerika Serikat

Kunjungan tersebut dilihat sebagai upaya sang Putra Mahkota untuk mengenalkan Saudi yang lebih terbuka terhadap perubahan.

Komentar

Close Ads X