Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/03/2018, 09:00 WIB
Veronika Yasinta

Penulis

Sumber CNBC,AFP

NEW YORK, KOMPAS.com - Peneliti menyakini kerangka yang ditemukan pada 1940 di Pulau Nikumaroro, di Samudra Pasifik bagian barat, merupakan milik penerbang perempuan ternama Amelia Earhart.

"Studi dan bukti lainnya lebih kuat mengarah kepadanya," kata antropolog Universitas Tennessee, Richard Jantz, Kamis (8/3/2018), seperti dilansir dari CNBC.

Earhart menghilang ketika melakukan percobaan penerbangan mengelilingi dunia pada 1937.

Sebelumnya, pengukuran kerangka yang dilakukan seorang peneliti pada 1941 mulai dari tengkorak, tulang lengan, dan tungkai menyimpulkan, tulang tersebut milik seorang pria.

Baca juga : Menelusuri Jejak Kematian Amelia Earhart

Namun, pada 1998, Jantz dan periset lain mencoba meneliti kembali kerangka itu. Mereka menafsirkan, tulang belulang yang ditemukan berasal dari perempuan keturunan Eropa, dan ukuran tinggi badannya sama dengan Earhart.

Sekarang, Jantz mempertimbangkan analisis pengukuran lainnya, yang diterbitkan pada Januari 2018 bertajuk jurnal Antropologi Forensik.

AFP melaporkan, dia meneliti dengan membandingkan ukuran panjang tulang Earhart berdasarkan foto dan pemeriksaan pada pakaiannya.

"Tulang-tulang itu sesuai dengan Earhart dalam segala hal yang kita tahu," tulisnya dalam artikel jurnal.

"Sangat tidak mungkin, orang lain secara acak memiliki tulang yang sebanding dengan Earhart," tulisnya.

Earhart menjadi tenar pada 1932 sebagai perempuan pertama yang terbang melintasi Atlantik sendirian.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Penerbangan Trans-Atlantik Amelia Earhart

Lepas landas dari Oakland, California pada 20 Mei 1937, dia berharap dapat menjadi perempuan pertama yang terbang mengelilingi dunia.

Dia dan navigator Fred Noonan menghilang pada 2 Juli 1937, setelah terbang dari Lae, Papua Niugini, dengan penerbangan yang menantang sejauh 4.000 km untuk mengisi bahan bakar di Pulau Howland.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CNBC,AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com