Fotonya Dimuat di Buku Pelajaran, Pria Saudi Tuntut Kementerian Pendidikan - Kompas.com

Fotonya Dimuat di Buku Pelajaran, Pria Saudi Tuntut Kementerian Pendidikan

Kompas.com - 08/03/2018, 23:49 WIB
Buku pelajaran bahasa berjudul Loghti al-Jameela yang memuat foto diri Mohammed Hamdan.AL ARABIYA Buku pelajaran bahasa berjudul Loghti al-Jameela yang memuat foto diri Mohammed Hamdan.

RIYADH, KOMPAS.com - Seorang pria Arab Saudi terkejut saat mengetahui foto dirinya digunakan dalam salah satu buku pelajaran tanpa sepengetahuan atau izin darinya.

Mohammed Hamdan telah resmi mengajukan tuntutan hukum yang ditujukannya kepada Kementerian Pendidikan Arab Saudi karena dianggap telah melanggar hak intelektual dan merusak reputasi dirinya.

Foto diri Hamdan yang sedang berburu dengan senapan di tangan kanan dan burung hasil buruan di tangan kirinya dimuat dalam buku pelajaran bahasa yang digunakan di kelas VI.

Dalam buku pelajaran tersebut membahas tentang perburuan liar dan wilayah perlindungan hewan.

Baca juga: 17.000 Buku Pelajaran di Bahrain Dicetak Ulang Gara-gara Teluk Persia

Dilansir dari Al Arabiya, Hamdan mengaku foto tersebut diambil sekitar sembilan tahun lalu saat dirinya tengah berburu di Gurun Sinai.

Menurut Hamdan, pemuatan foto tersebut yang membahas tentang perburuan liar dan hewan yang dilindungi telah mencemarkan nama baiknya.

"Foto itu diambil sembilan tahun lalu saat berburu di Gurun Sinai dan tidak berada di kawasan perlindungan hewan di Arab Saudi seperti yang ditulis dalam buku pelajaran itu," kata Hamdan.

Perburuan di wilayah Gurun Sinai termasuk legal dan diizinkan pada saat-saat tertentu. Namun buku tersebut menggambarkan seolah dirinya adalah pemburu liar yang melanggar hukum.

Atas pemuatan foto dirinya itu, Hamdan menuntut penarikan buku tersebut dari peredaran dan adanya permintaan maaf secara resmi, serta kompensasi finansial karena telah mengganggu psikologisnya.

Baca juga: Stasiun Televisi Arab Saudi Hentikan Tayangan Sinetron Turki

Persidangan telah berjalan dua kali namun belum ada tanggapan dari pihak kementerian pendidikan atas kasus ini.

Sementara, juru bicara kementerian pendidikan, Mubarak al-Osaimi mengatakan, pihak kementerian baru akan mengkonfirmasi kasus tersebut sebelum memberikan tanggapan.


Komentar

Close Ads X