Warga Palestina Siapkan "Demonstrasi Tenda" di Perbatasan Gaza-Israel

Kompas.com - 08/03/2018, 23:21 WIB
Tentara Israel mengawasi peserta aksi protes dari warga Palestina di wilayah perbatasan di Gaza, pada 23 Februari lalu. AFP/MOHAMMED ABEDTentara Israel mengawasi peserta aksi protes dari warga Palestina di wilayah perbatasan di Gaza, pada 23 Februari lalu.

GAZA, KOMPAS.com - Warga Palestina berencana mendirikan ratusan bahkan ribuan tenda di dekat perbatasan Gaza dengan Israel. Mereka bersiap untuk melakukan aksi demonstrasi selama enam pekan mulai 30 Maret mendatang.

Aksi "demonstrasi tenda" akan dimulai 30 Maret hingga 15 Mei mendatang. Aksi tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap para pengungsi Palestina yang terusir dari tanah mereka saat terjadinya peperangan.

Dilansir dari AFP, pemilihan tanggal dilakukan aksi demonstrasi tersebut memiliki makna tersendiri.

Tanggal 30 Maret merupakan saat terjadinya "Land Day", yakni peristiwa terbunuhnya enam warga Arab tak bersenjata dalam aksi protes di Israel pada 1976.

Baca juga: Israel Diduga Semprotkan Bahan Kimia ke Lahan Pertanian di Jalur Gaza

Sedangkan 15 Mei adalah tanggal terjadinya "Nakba" atau malapetaka yang menandai saat 700.000 warga Palestina terusir dari tanah mereka yang kini menjadi wilayah Israel pada 1948.

Para peserta aksi akan menyerukan hak-hak para pengungsi Palestina di Timur Tengah yang melarikan diri akibat perang.

Tenda-tenda didirikan lantaran sebagai tempat tinggal sementara bagi para peserta aksi. Nantinya tenda juga akan difungsikan untuk kegiatan pemuda dan masyarakat Palestina.

Pihak penyelenggara aksi mengaku telah mendapat dukungan dari seluruh faksi politik yang ada di Jalur Gaza, termasuk kelompok Islam yang berkuasa, Hamas.

Sementara, media Israel menulis rencana aksi tersebut memunculkan ancaman bagi keamanan di wilayah perbatasan Gaza dengan Israel.

Pihak berwenang juga khawatir akan terjadinya kekerasan di saat perempuan dan anak-anak turut dalam aksi protes.

Baca juga: Israel Larang Dua Menteri Palestina Masuk Wilayah Yerusalem Timur

Media Israel Yediot Aharonot menyampaikan, pihak keamanan khawatir dengan keikutsertaan keluarga dalam aksi di perbatasan tersebut.

"Para pejabat mengkhawatirkan upaya untuk menghentikan peserta aksi secara paksa akan merusak citra publik Israel. Mereka juga cemas akan kemungkinan timbul korban dari warga sipil jika aksi berujung pada konflik bersenjata," tulis surat kabar tersebut.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X