Kompas.com - 08/03/2018, 22:11 WIB
Tentara Bangladesh berjalan di depan para pengungsi Rohingya di kamp Nayapara di Teknaf, Oktober 2017. AFP/TAUSEEF MUSTAFATentara Bangladesh berjalan di depan para pengungsi Rohingya di kamp Nayapara di Teknaf, Oktober 2017.

TEKNAF, KOMPAS.com - Insiden baku tembak terjadi di kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh, Kamis (8/3/2018). Seorang pria warga Rohingya tewas akibat saling tembak yang diduga melibatkan geng narkoba itu.

Menurut polisi, baku tembak terjadi di kamp Nayapara, dekat Teknaf, yang merupakan tempat tinggal ribuan pengungsi muslim dari Myanmar tersebut.

Korban diketahui bernama Hossain Ali yang berusia 32 tahun. Diduga dia terlibat di tengah baku tembak antara polisi dengan gerombolan pengedar narkoba.

Pejabat kepolisian mengatakan, pihaknya tengah mencari seorang pria yang baru bebas dari penjara pada tahun lalu. Pria itu diyakini tertembak, namun berhasil melarikan diri.

Baca juga: Menteri Bangladesh Sebut Tak Mungkin Pulangkan Semua Pengungsi Rohingya

Sementara, pengakuan saksi mata dari pengungsi Rohingya lainnya, terdengar setidaknya sepuluh kali letusan senjata api pada insiden pagi itu.

"Petugas tidak mendapatkan senjata apa pun dari insiden tersebut. Tapi kami memastikan Ali terjebak dalam baku tembak dan meninggal," kata Kepala Polisi Teknaf, Ranjit Kumar Barua dikutip AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemimpin komunitas Rohingya, Mirza Ghalib mengatakan, pihaknya percaya baku tembak yang terjadi terkait dengan "yaba", sejenis narkotika metampetamin yang banyak dicari di Bangladesh.

Polisi mengatakan kebanyakan obat-obatan terlarang masuk ke Bangladesh dari Myanmar melalui pedagang Rohingya yang disembunyikan di bawah kapal nelayan.

Dalam beberapa pekan terakhir, polisi telah beberapa warga Rohingya yang memiliki sejumlah besar obat-obatan terlarang.

Baca juga: PBB: Myanmar Masih Teruskan Pembersihan Etnis terhadap Rohingya

Pemerintah Bangladesh mengatakan, ada lebih dari satu juta pengungsi Rohingya yang tinggal di kamp-kamp kumuh di wilayah tersebut.

Mereka menyeberang melintasi perbatasan setelah terjadinya gelombang kekerasan berturut-turut di kampung halaman mereka di distrik Rakhine, Myanmar.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.