Seorang Balita Bikin iPhone Ibunya Terkunci Selama 47 Tahun - Kompas.com

Seorang Balita Bikin iPhone Ibunya Terkunci Selama 47 Tahun

Kompas.com - 07/03/2018, 14:51 WIB
Ponsel terkunci.Thinkstock Ponsel terkunci.

SHANGHAI, KOMPAS.com - Seorang balita berusia dua tahun di Shanghai, China membuat telepon genggam iPhone milik ibunya terkunci selama 47 tahun.

Penyebabnya adalah bocah itu berulang kali memasukkan kata kunci yang salah saat mencoba memainkan telepon pintar tersebut.

Insiden ini sebenarnya terjadi pada Januari lalu setelah perempuan itu memberikan ponsel tersebut kepada anaknya untuk menyaksikan sebuah video online.

Namun, saat perempuan itu mengambil ponsel tersebut ternyata alat komunikasi itu telah dinoaktifkan selama 25 juta menit atau kurang lebih setara dengan 47 tahun.

Baca juga : Sekolah Agama di Bangladesh Sita dan Bakar Ratusan Ponsel Milik Siswa

Penyebabnya adalah karena sejumlah kunci ditekan saat telepon itu meminta agar pengguna memasukkan password. Demikian dikabarkan situs berita kankanews.com.

Setiap kali password yang salah dimasukkan maka telepon itu langsung menjadi non-aktif untuk waktu tertentu.

Seorang teknisi di sebuah toko Apple di Shanghai mengatakan, perempuan itu memiliki pilihan menunggu selama beberapa tahun untuk mencoba memasukkan password-nya atau melakukan install ulang.

Sang teknisi, Wei Chunlong menambahkan, sebelumnya pernah terjadi sebuah iPhone terkunci untuk waktu yang setara dengan 80 tahun.

"Dalam kasus ini, satu-satunya cara tanpa harus menunggu adalah menghapus semua data di dalam telepon dan melakukan pengesetan ulang," ujar Chunlong.

Sang pemilik iPhone yang hanya disebut bermarga Lu itu telah menunggu selama dua bulan dan telepon genggamnya belum juga bisa diaktifkan kembali.

"Saya sungguh tak bisa menunggu selama 47 tahun dan mengatakan kepada cucu saya bahwa ini adalah kesalahan ayah mereka," kata dia.

Baca juga : Arab Saudi Larang Warga Mengemudi Sambil Pakai Ponsel

Berita soal terkuncinya iPhone ini memicu perdebatan di dunia maya.

Sejumlah orangtua mengatakan, perempuan itu seharusnya tak memberikan telepon genggamnya kepada sang anak yang masih balita.

Sementara netizen lain menyebut, perempuan itu harus memiliki "back-up" data di tempat lain sehingga jika terjadi masalah dia tak kehilangan semua data tersebut.


Komentar

Close Ads X