Kompas.com - 06/03/2018, 23:39 WIB
Asap membumbung setelah serangan yang dilancarkan pasukan rezim Suriah di Karf Batna, Ghouta Timur, Rabu (22/2/2018) pekan lalu. AFP/AMER ALMOHIBANYAsap membumbung setelah serangan yang dilancarkan pasukan rezim Suriah di Karf Batna, Ghouta Timur, Rabu (22/2/2018) pekan lalu.

JENEWA, KOMPAS.com - Dewan Keamanan PBB siap menggelar pertemuan mendadak untuk mendesak pembicaraan mengenai resolusi gencatan senjata selama 30 hari di Suriah yang gagal diterapkan.

Pertemuan yang diagendakan pada Rabu (7/3/2018) tersebut diajukan oleh Perancis dan Inggris. Mereka menginginkan digelar pertemuan tertutup oleh Dewan Keamanan membahas serangan udara yang masih terus berlanjut di wilayah kantong Suriah di Ghouta Timur.

Dilansir dari AFP, Dewan Keamanan secara bulat telah menyetujui resolusi gencatan senjata dalam sidang yang digelar 24 Februari lalu.

Seruan gencatan senjata selama 30 hari dibutuhkan untuk memungkinkan dilakukannya pengiriman bantuan kemanusiaan serta evakuasi para korban luka.

Baca juga: PBB: Rezim Suriah Larang Bantuan Medis Masuk Wilayah Ghouta Timur

Namun demikian, gencatan senjata secara penuh tidak pernah benar-benar diterapkan di Ghouta Timur. Sebaliknya Presiden Rusia, Vladimir Putin memerintahkan dilakukannya penghentian serangan secara sementara.

Rusia yang merupakan sekutu terkuat rezim Suriah memberlakukan adanya jeda kemanusiaan selama lima jam setiap harinya, sejak 26 Februari lalu untuk memberi kesempatan evakuasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konvoi bantuan kemanusiaan juga dikabarkan telah memasuki wilayah Ghouta Timur pada Senin (5/3/2018). Namun operasi tersebut terhalang serangan udara.

Pasukan rezim Suriah bersama sekutunya telah melancarkan serangan ke Ghouta Timur yang merupakan kantong oposisi dan pemberontak sejak 18 Februari lalu.

Laporan Badan Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia meyebutkan setidaknya telah ada 800 warga sipil menjadi korban tewas, termasuk 177 anak-anak.

Baca juga: Berlindung dari Serangan Udara, Warga Ghouta Timur Gali Ruang Bawah Tanah



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X