Kompas.com - 06/03/2018, 14:33 WIB
Senator Florida, Lauren Book, menyeka matanya ketika berpidato di gedung Senat di Tallahassee Senin (5/3/2018). Senat mengesahkan aturan yang menaikkan batas usia calon pembeli senjata, dan mengizinkan sebagian guru membawa senjata ke sekolah. AP Photo/Mark WallheiserSenator Florida, Lauren Book, menyeka matanya ketika berpidato di gedung Senat di Tallahassee Senin (5/3/2018). Senat mengesahkan aturan yang menaikkan batas usia calon pembeli senjata, dan mengizinkan sebagian guru membawa senjata ke sekolah.

TALLAHASSEE, KOMPAS.com - Sambil menyeka air mata, Lauren Book berpidato di hadapan seluruh anggota Senat Florida Senin (5/3/2018).

Senator Partai Demokrat dari Distrik 32 tersebut menentang pengesahan undang-undang yang baru saja dilakukan senat.

Dilaporkan CBS News, dengan perbandingan suara 20-18, senat mengesahkan aturan soal batas usia masyarakat diperbolehkan membeli senjata.

Jika sebelumnya seseorang bisa membeli senjata setelah dia berusia 18 tahun, maka batas usia dinaikkan menjadi 21 tahun.

Jika aturan itu disepakati oleh DPR Florida, maka batas usia calon pembeli senjata juga berlaku untuk tipe senapan.

Baca juga : Asosiasi Senapan AS Sebut Trump Tidak Akan Batasi Senjata

Selain itu, senat juga mengesahkan pasal yang mengatur soal adanya masa tunggu bagi warga yang berniat membeli senjata.

Namun, yang membuat Book kecewa, dilansir dari Sky News, adalah pasal lain yang disahkan dalam undang-undang tersebut.

Kini, di sekolah, guru maupun staf diperbolehkan menenteng senjata ke kelas. Meski begitu, terdapat pengetatan.

Guru maupun staf sekolah yang diizinkan membawa senjata adalah mereka yang pernah menerima pelatihan Korps Cadangan Polisi maupun mantan anggota militer.

Undang-undang itu disahkan pasca-insiden penembakan massal yang terjadi di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland (14/2/2018).

Saat itu, mantan siswa sekolah tersebut, Nikolas Cruz, menyerang menggunakan senapan serbu semi-otomatis AR-15, dan mengenakan perlengkapan militer.

Aksi remaja 19 tahun itu membuat 17 orang murid dan guru tewas, serta melukai 15 orang lainnya.

Anggota Senat Florida, dan beberapa siswa korban penembakan SMA Marjory Stoneman Douglas mengheningkan cipta sebelum sidang Senin (5/3/2018). Senat mengesahkan undang-undang yang menaikkan batas usia calon pembeli senjata, dan mengizinkan sebagian guru membawa senjata ke sekolah (Sky News).- Anggota Senat Florida, dan beberapa siswa korban penembakan SMA Marjory Stoneman Douglas mengheningkan cipta sebelum sidang Senin (5/3/2018). Senat mengesahkan undang-undang yang menaikkan batas usia calon pembeli senjata, dan mengizinkan sebagian guru membawa senjata ke sekolah (Sky News).

Cruz kemudian dijerat dengan 17 dakwaan pembunuhan berencana, dan terancam menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah.

"Apakah saya berpikir peraturan ini bakal efektif? Sama sekali tidak!" kata senator 33 tahun tersebut dalam pidatonya.

Sejak awal, Book menginginkan senat melakukan pembatasan senjata. Sebuah usul yang ditentang oleh Asosiasi Senapan Amerika Serikat (NSA).

"Anak-anak itu dibunuh di dalam kelas. Saya tidak bisa mengambil keputusan yang mengedepankan partai alih-alih mendengarkan keluhan mereka," ujar Book.

Baca juga : Korban Penembakan Massal Florida Hilangkan Trauma dengan Terapi Anjing

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X