Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/03/2018, 22:31 WIB
Agni Vidya Perdana

Penulis

GHOUTA TIMUR, KOMPAS.com - Konvoi bantuan kemanusiaan akhirnya tiba di wilayah Ghouta Timur, Suriah yang dilanda konflik. Namun sejumlah obat-obatan penting tidak diperbolehkan masuk oleh petugas keamanan.

Puluhan truk yang membawa bantuan kemanusiaan untuk penduduk Ghouta Timur diperiksa dengan ketat di pos perbatasan, menyebabkan lebih dari dua pertiga bantuan ditolak masuk.

"Seluruh peralatan untuk trauma, bedah, dialisis dan insulin ditolak oleh petugas penjagaan. Hampir 70 persen barang di dalam truk konvoi ditolak masuk," kata pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang ikut dalam konvoi.

Baca juga: Pasukan Rezim Suriah Dituduh Jarah Makam di Kota Harasta

Dilaporkan Badan Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia, saat ini lebih dari sepertiga wilayah Ghouta Timur telah berada di bawah kendali pemerintah.

Tak hanya bantuan medis, pasokan bahan pangan juga dikurangi dalam jumlah besar.

Pejabat senior PBB Ali al-Zatari, kepada Reuters, mengatakan konvoi tersebut awalnya membawa pasokan bahan pangan yang cukup untuk 70.000 orang.

Namun oleh petugas di pos perbatasan, jumlah tersebut dipangkas hingga tersisa persediaan untuk 27.500 orang. Rezim Suriah menjanjikan sisa bantuan pangan akan diperbolehkan masuk saat konvoi kedua dalam waktu tiga hari ke depan.

"Konvoi saat ini tidak lagi mencukupi," kata al-Zatari.

Sebelumnya pada Sabtu (3/3/2018), Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, tidak akan menghentikan tekanan militer ke wilayah yang dikuasai oposisi itu.

Baca juga: Rusia Sebut AS Dirikan hingga 20 Pangkalan Militer di Suriah

Ditambahkannya, serangan tetap akan memperhatikan dan tidak melanggar jeda kemanusiaan selama lima jam setiap harinya yang telah ditetapkan sekutu utamanya, Rusia.

Selama dua pekan berlangsungnya serangan udara dan bombardir ke Ghouta Timur, dilaporkan sebanyak 700 warga sipil telah menjadi korban tewas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com